SUARA SUNGAI PENUH – Dalam sepekan terakhir ini masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, dihebohkan dengan adanya peristiwa hipnotis atau gendam yang sudah terjadi empat kali. Akibatnya warga merasa resah dengan beredarnya informasi kejadian tersebut.
Yang mana sebelum Magrib tadi Sabtu (28/9/2019) Kejahatan menggunakan hipnotis terjadi lagi, kali ini terjadi di Desa Karya Bakti, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Korban bernama Tiara ibu rumah tangga.
Awalnya pelaku datang berdua satu orang perempuan dan satu orang laki-laki dengan modus mencari model pakaian adat untuk di foto dengan diimingi uang satu juta lima ratus.
“Iya pelaku satu orang perempuan dan satu orang laki-laki dengan membawa motor,” kata Tiara.
Pada aksi kali ini pelaku hanya berhasil membawa lari uang Rp 609 ribu, setelah gagal mendapatkan barang emas milik ibu Mimi (tante Tiara).
“Cuma Rp 600 ribu dibawa, sebelumnya tante saya sudah terkena dan menuruti kata pelaku dengan melepaskan gelang, namum gagal karena ada orang beli minyak,” ungkap tiara.
Sepekan ini telah empat kali terjadi kejahatan menggunakan hipnotis, Pertama Rabu (25/9/2019) warga Desa Pugu Semurup Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci menjadi korban, perhiasan mas senilai Rp. 20 juta berhasil dibawa kabur.
Kedua terjadi Jum’at (27/9/2019), seorang ibu rumah tangga warga Lembang Jaya, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh yang menjadi korban, akibatnya 15 perhiasan emas berhasil dibawa lari pelaku.
Ketiga peristiwa ini kembali terjadi pada Sabtu siang (28/9/2019) warga Desa Koto Rendah Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, juga menjadi korban hipnotis, 7 gram gelang emas raib.
Warga berharap pihak kepolisian segera bertindak, agar pelaku segera tertangkap karena telah meresahkan.
“Kita harap Aparat Kepolisian segera bertindak, supaya pelaku cepat tertangkap dan tidak ada korban lagi,” harap Gus. (ndy)










