Tim Gabungan BPBD Akhirnya Berhasil Temukan Warga Pelawan Yang Tenggelam

SUARA SAROLANGUN – Tim gabungan Badan Penaggulan Bencana Daerah (BPBD) bersama, Basarnas, PMI, TNI, Polri, Damkar serta masyarakat, akhirnya berhasil menemukan korban yang bernama Nurjamilah (10) warga Desa Pasar Pelawan, Dusun Renah Bawah, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, yang tenggelam, namun kondisi korban telah meninggal dunia.

Pencarian yang dilakukan membutuhkan waktu yang cukup lama, namun akhirnya membuahkan hasil, sepertihalnya dikatakan Kabid kedaruratan BPBD Yen Aswadi kepada suarabutesarko.com mengatakan, korban ditemukan oleh tim tepatnya di Kelapa Lubuk, didesa Lubuk Sepuh, Kecamatan Pelawan Sarolangun, pada Sabtu (28/12/2019) sekira pukul 10.20 Wib.

Baca Juga :  Warga Membludak, Makan Gratis Bareng CE-Ratu Akhirnya Digelar Setiap Hari di Simpang Pulai

“Alhamdulillah, korban telah ditemukan pada hari ini, jam 10 pagi, korban ditemukan sekitar 5 Km dari lokasi jatuh semula, saat ditemukan kondisi korban telah meninggal dunia dan mulai membengkak pada tubuhnya, ditemukannya korban tepatnya di kapala lubuk sepuh, saat itu nyangkut pada kayu yang rebah dalam sungai,” ucapnya.

Baca Juga :  Sulthan 81 Rantau Duku Salurkan Zakat Untuk Ratusan Warga

Ia menambahkan, setelah korban ditemukan lalu dibawa lansung kerumah duka untuk menjalani prosesi pemakaman oleh pihak keluarga. Yen Aswandi juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati jika mandi di sungai.

“Korban dibawa lansung kerumah keluarganya untuk dimakamkan, himbauan kita ya kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati, karena bahaya bisa mengancam kita kapan saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Sukandar Didampingi Wabup Safari Ramadhan di Masjid Islamic Center Nurul Hikmah

Diketahui sebelumnya, Nurjamilah tenggelam pada Kamis sore, (26/12/2019) sekitar pukul 16.30 Wib, saat itu ia mandi bersama ibunya di Sungai Batang Asai yang melintas tepat didepan rumahnya, namun malang tak dapat ditolak, Nurjamilah diduga jatuh lalu tenggelam, setelah evakuasi pencarian hingga 41 jam lamanya, akhirnya Nurjamilah bisa ditemukan. (Sar)