Tahun Baru Hijriyah Menuju Semangat Baru

186

“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(QS. AnNissa 100).

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”.(QS. AtTaubah 20).

Hijrah (pindah) bisa diartikan dua hal. Perpindahan secara fisik (makaniyah) atau secara hakiki (maknawiyah). Secara fisik artinya kita perpindah dari satu tempat ke tempat lain yang lebih baik. Sedangkan secara hakiki, kita berpindah dari sifat perilaku buruk menjadi baik. Seperti, dari yang tidak taat jadi taat, dari malas jadi rajin, dari kufur jadi syukur, dari perbuatan yang haram menuju perbuatan yang halal, bahkan dari kebaikan menuju yang lebih baik dan sebagainya.

Tahun Hijriyah (kalender Islam) mulai ditetapkan pada zaman khalifah Ummar bin Khattab RadiAllahuanhu. Hari pertama hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah dimonumenkan menjadi awal tahun baru Islam. Bangsa Arab sejak dulu sudah mengenal sistem penanggalan, tetapi tidak mementingkan tahun. Ketika Nabi Muhammad SAW lahir tanggal 12 Rabi’ul Awwal, ada peristiwa pasukan bergajah menyerang Ka’bah. Maka disebutlah tahun itu sebagai Tahun Gajah. Tetapi dengan berlakunya tahun Hijriyah, maka sistem penanggalan itu menjadi penanggalan Tahun Hijriyah. Penanggalan Hijriyah berpatokan pada peredaran bulan. Dalam satu bulan sebanyak 29 atau 30 hari. Tanggal baru dihitung sejak matahari terbenam (waktu magrib).

Tahun Baru Islam kini memasuki tahun 1441 Hijriyah. Sudah lebih dari 14 abad, Rasulullah SAW dan para sahabatnya meninggalkan kita. Al- Qur’an menyebut mereka sebagai generasi Islam terbaik.

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah 100).

Ayat di atas tegas menunjukkan keridhaan Allah pada generasi terdahulu. Generasi yang menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan hingga Allah ridha, ummat Islam mencapai masa gemilang. Islam membawa perubahan besar ke seluruh penjuru dunia. Membawa rahmat bagi seluruh alam.

Penetapan tahun Islam Hijriyyah dilatarbelakangi peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dan para sahabat Radiallahuanhum yang penuh perjuangan harta dan jiwa, berpindah dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M. Kondisi Mekkah yang mengancam keberadaan Rasulullah SAW dan para sahabat Radillahuanhum pada saat itu, membuat Rasul memutuskan segera hijrah ke tempat lain. Dan, di kota Madinah mereka disambut hangat penuh persaudaraan . Di kota ini pula peradaban Islam lalu berkembang dan bercahaya ke seluruh dunia.

Maka, kita pun bisa menggapai kejayaan kembali apabila kita berusaha meraih ridha Allah SWT. Ummat Islam generasi sekarang sudah seharusnya menyimak sejarah peristiwa hijrah Rasulullah yang membawa perubahan besar. Sebuah hijrah fisik yang melahirkan peradaban Islam nan agung. Momentum tahun baru Hijriyah harus menjadi momen ummat Islam kembali bangkit. Hijrah secara maknawi, kembali kepada aqidah Islam yang kokoh dan syariah Islam yang lurus dan benar. Hijrah dari akhlak tercela kepada akhlak terpuji. Ummat Islam harus berhijrah kembali hidup dalam kemuliaan ajaran Islam.

Ada beberapa hal yang dianjurkan untuk diamalkan di bulan Muharram atau tahun baru Islam, yakni :

1. Bertaubat
Menyesali atas dosa dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Taubat merupakan karunia dan kesempatan yang diberikan Allah untuk kembali membersihkan diri.

2. Memperbanyak sedekah
Dalam bulan Muharram sangat dianjurkan untuk bersedekah membantu keluarga, kerabat, anak-anak yatim dan fakir miskin.

3. Puasa Sunnah Asyura
Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya : “Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang kalian sebut bulan Muharram, dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.” (HR.Muslim).

Beliau Rasulullah SAW juga mengatakan : …”Dan puasa di hari Asyura saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu.” (HR. Muslim). Puasa sunnah Asyura dilakukan pada hari ke 10 bulan Muharram.

4. Puasa Tasu’a
Puasa ini dilakukan sehari sebelum puasa Asyura, yakni pada 9 Muharram. Dari Ibnu Abbas r.a dia berkata : Rasulullah SAW bersabda: Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) ke 9 (HR.Muslim). Untuk Tahun ini puasa Tasyu’a dan Asyura bertepatan dengan tanggal 9-10 September 2019.

Dengan semangat hijrah kita raih hidup yang lebih bermakna. Hidup sebagai Abdullah (hamba Allah) dan sebagai Khalifatullah (wakil Allah dimuka bumi). Semoga ummat Islam bisa menampilkan wajah Islam yang mulia. Sehingga menarik simpati ummat lain dan ridho Allah akan menaungi umat ini. Semoga umat Islam seluruh dunia bangkit dalam ketaatan liila’I kalimatillah. Sebagai generasi Islam yang hidup di abad 21, kita punya tanggung jawab menampilkan Islam yang sejati.

Meneladani Rasulullah SAW dan para sahabat, menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman. Punya kekuatan akidah (keyakinan) yang diiringi syariah (aturan yang benar dan ditaati), serta akhlak perilaku mulia. Maka dengan sendirinya, dunia akan memandang hormat Islam dan menepis citra buruk. Allahu A’lam.

Penulis : Ade Sofa, S. Ag., M.S.I.

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini