SUARA BUNGO – Pemberantasan aktivitas ilegal Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo nampaknya mulai diragukan oleh masyarakat. Pasalnya setiap penindakan dan penertiban yang dilakukan terkesan pilih kasih, pasalnya Aparat Penegak Hukum (APH) terkesan tidak berani memberantas dan menindak kegiatan ilegal tersebut yang beroperasi di dusun Bupati Bungo saat ini.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan suarabutesarko.com, Selasa (08/07) kemarin tim jajaran polres Bungo melakukan razia khusus PETI di dusun Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo.
Dalam razia yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono, terdapat satu unit alat berat merek CAT terlihat sedang beroperasi di Dusun Sungai Arang yang nota bene adalah dusun orang nomor satu di Kabupaten Bungo yakni Bupati Bungo.
Dalam razia kemarin pula, informasi yang berhasil dihimpun, dalam video yang beredar menyebutkan, bahwa operator alat berat sempat ditahan oleh Aparat Penegak Hukum, namun operator tersebut dilepaskan kembali dan alat berat yang digunakan untuk aktivitas PETI juga tidak ditahan dan dibiarkan saja dilokasi.
“Kemarin razia di Sungai Arang, operator alat berat sempat ditahan namun dilepas kembali dengan syarat aktivitas PETI tidak dilakukan lagi di Dusun Sungai Arang,” ujar narasumber yang meminta namanya tidak disebutkan.
Tidak hanya bebas beroperasi, menurut keterangan narasumber bos PETI yang bermain di Sungai Arang itu diduga masih memiliki hubungan dekat dengan orang nomor satu di Kabupaten Bungo. Sementara beberapa waktu lalu Bupati Bungo sempat menggumumkan bahwa salah satu program kerja 100 hari setelah dirinya dilantik adalah memberantas dan membasmi aktivitas PETI.
“Zero PETI di Kabupaten Bungo semakin diragukan lagi nampaknyo bang. Percuma razia dilakukan, sedangkan pemodal dan alat beratnya tidak ditahan. Selain itu janji Bupati memberantas PETI rasanya sulit terwujud, karena saat ini aktivitas ilegal itu sendiri banyak beroperasi di dusun pak Bupati Bungi,” terangnya pula.
Sementara itu, dalam video singkat yang beredar terlihat Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono bersama jajarannya lagi berdialog dengan warga dan pekerja Dongfeng meminta agar aktifitas PETI di Sungai Arang tidak lagi dilanjutkan dan jika warga setuju maka operator dan alat berat yang ditahan itu akan dilepaskan.
“Harus ada yang bertanggung jawab. Maka operator dan alat berat akan kami lepas, asalkan ada yang bertanggung jawab dan bisa memberi keterangan di Polres Bungo,” pungkasnya. (SBS)









