JM Sebut Setor Rp 11.900/Galon Kepada Oknum di SPBU Air Gemuruh Kalau Mau Melansir Menggunakan Galon

Diduga SPBU Air Gemuruh Sengaja Jual BBM Subsidi Ke Pelansir Menggunakan Galon

SUARA BUNGO – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.372.63 yang terletak di Dusun Air Gemuruh, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo diduga dengan sengaja menjualkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi dan Bensin ke pengecer dengan jumlah yang banyak menggunakan Jerigen (Galon).

Beradasarkan pengakuan salah satu pelangsir yang berasal dari Rimbo Bujang inisial JM saat dijumpai awak media, dirinya mengaku mendapatkan izin dari pihak SPBU, bahwa mereka mendapatkan kupon untuk melansir Solar dan Bensin untuk disalurkan ke pelanggannya yang berada di Rimbo Bujang dan temannya ke Kuamang Kuning.

“Kami sudah lumayan lama main minyak disini, kalau saya buangnya ke pelanggan saya yang berada di Rimbo Bujang. Kalau teman yang satu lagi buangnya ke Kuamang Kuning. Kami di jatah 20 galon Solar dan 20 galon Bensin setiap hari nya oleh pihak SPBU Air Gemuruh, tapi kami diminta bayar uang galon sebesar Rp. 11.900 per galonnya,” jelas JM.

Baca Juga :  Brigpol Maidani Perbaiki Jalan Poros Kuamang Kuning di 4 Dusun Gunakan Dana Pribadi

Terpisah warga pemilik toko diseputaran SPBU Air Gemuruh saat ditanyai awak media ia juga mengatakan hal yang sama, katanya ia juga melansir bensin, tapi menggunakan surat rekomendasi dari Rio (Kepala Desa), itu pun susah dapatnya, dikarenakan pihak SPBU lebih mengutamakan pelansir yang partai besar.

Diduga rumah ini dijadikan tempat untuk penimbunan BBM, dan Mobin Carry ini juga diduga untuk mengantarkan BBM ke Rimbo Bujang

“Kalau kami ini, cuma 1- 3 galon perhari untuk di jual lagi, karna kami kan punya toko, kami yang pakai surat aja sangat susah dapatnya, karna pihak SPBU lebih mengutamakan ngisi galon untuk pelansir yang menggunakan mobil. Kalau kami juga di pungut uang galon oleh oknum SPBU, mulai dari 10 ribu sampai 15 ribu per galon,” ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Lanjut sumber, padahal Dinas Kop, UKM dan Perindag Kabupaten Bungo sudah menegur pihak SPBU, namun teguran itu sepertinya di cuekin oleh pihak SPBU.

“Ado dulu orang Dinas Kop, UKM dan Perindag Bungo yang turun ke Pom itu, namun di abaikan kayaknyo, jangan-jangan oknum Dinas Kop, UKM dan Perindag Bungo juga dapat jatah dari pihak SPBU, karna orang SPBU itu, satu minggu sekali bagi-bagi jatah dari hasil isi Jerigen (galon),” jelas sumber lagi.

Baca Juga :  Tetapkan Status Tanggap Darurat Covid-19, Pemkot Sungai Penuh Bersiap Mengetatkan Aturan

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Kop, UKM dan Perindag Kabupaten Bungo saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya sudah mendapatkan laporan tersebut, dan bahkan ia bersama stafnya juga sudah pernah turun ke lokasi, katanya pihak SPBU menyatakan tidak menerima pelansir menggunakan Jerigen lagi.

“Kami sudah tegur pihak SPBU itu dindo, katanya mereka tidak menerima pelansir menggunakan galon lagi. Kalau mereka tidak mengindahkan himbauan dari kami, ya tanggung saja resiko nya sendiri. Otomatis kami nanti akan laporkan ke pihak Pertamina, biar di tindak oleh mereka,” tegas Rusdi Lesmana via telpon.

Selanjutnya awak media mencoba untuk mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Manager SPBU 24.372.63 yang terletak di Dusun Air Gemuruh, Derias, namun sayangnya tidak mendapatkan komentar apapun, di sms via WhattsAp dibaca tapi tidak di balasnya, dan ditelpon pun juga tidak di angkat.

Baca Juga :  Jelang Pencoblosan, Gerakan Ganti Bupati Bungo Kian Mencuat

Seterusnya, salah satu petugas SPBU saat ditanya ia mengatakan, manager nya lagi gak ada ditempat, mungkin di kantor yang berada di SKB.

“Manager gak ada bang, dio disini dari pagi sampai jam 10:00 wib, biasonyo jam segini sampai sore bos adolah di kantor yang di SKB,” ujar salah satu pegawai SPBU Air Gemuruh, Kamis (13/9/2018) sekitar pukul 12.30 wib.

Berdasarkan pantauan awak media dilapangan, beberapa hari terakhir ini memang terlihat ada beberapa mobil pick up dan mobil minibus terlihat melangsir BBM di SPBU Air Gemuruh menggunakan Jerigen (galon) untuk di tumpukkannya disuatu tempat dan selanjutnya dijualnya ke beberapa tempat, baik itu seputaran Kabupaten Bungo dan ada juga yang di opor ke Kabupaten tetangga, seperti ke Rimbo Bujang dan Kuamang Kuning. (tim sbs)