Disparpora Latih 80 Peserta Pemandu Wisata Alam di Kabupaten Sarolangun

SUARA SAROLANGUN – Tepatnya di Ballroom Hotel Abadi, sedikitnya 80 orang peserta yang melansungkan Pelatihan Pemandu Wisata Alam di Kabupaten Sarolangun, yang diselenggarakan oleh Dinas Parpora Sarolangun, kegiatan pelatihan dilansungkan selama tiga hari.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati, Holidi, yang dihadiri Kadis Parpora Sarolangun M. Idrus, Serta sejumlah Kepala Desa serta peserta calon pemandu wisata, sebagai pemateri pada kegiatan tersebut adalah Dinas Parpora Sarolangun, dan juga mendatangkan berbagai nara sumber terpecaya yakni Kepala Dinas Budpar Provinsi Jambi Ujang Hariadi, praktisi Kepariwisataan diantaranya, A. Haviz, Roy Mardianto, dan Muktar Hadi, Senin (25/11/2019).

Baca Juga :  Grand Launching AR Learning Center dan Taklim Jurnalistik

Saat diwawancara awak media, Kadis Parpora, Muhammad Idrus mengatakan, peserta yang di ikut sertakan pada pelatihan tersebut merupakan desa-desa yang memiliki potensi wisata, yang saat ini terus dilakukan pembinaan agar wisata yang ada di desa tersebut lebih dikenal oleh para wisatawan.

Baca Juga :  Bupati Bungo Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi Terintegrasi

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM para Pemandu Wisata Alam dan kapasitas masyarakat pelaku usaha di bidang kepariwisataan di Kabupaten Sarolangun. Peserta yang hadir sebagian besar dari kecamatan Batang Asai, Air Hitam, dan Kecamatan Limun. Karena disana memang banyak memiliki potensi wisata alam yang sangat luar biasa,” katanya.

Juga dikatakan Idrus, sebelumnya pada pelansungan Sarolangun Exspo beberapa bulan lalu, Bupati Sarolangun Drs H. Cek Endra telah menandatangani Prasasti delapan desa wisata dikabupaten Sarolangun, diantaranya Desa Lubuk Bangkar, Desa Muaro Air Duo, Desa Sungai Keradak, Desa Jernih, Desa Pematang Kabau, Desa Bukit Suban, Desa Napal Melintang dan Desa Meribung.

Baca Juga :  Mubes Forwami ke-2, Tongkat Estafet Kembali Ketangan Sukatri

“Harapan kita kedepannya wisata di Kabupaten Sarolangun ini semakin maju serta lebih dikenal oleh para wisatawan luar, disamping itu juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di lingkungan objek wisata nantinya, dan Kabupaten Sarolangun umumnya,” tutup Muhammad Idrus. (Sar)

Komentar