Diduga Pengurus P3A Melakukan Pungli Kepada Pedagang

SUARA BUNGO – Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali terjadi di Pasar Atas Muara Bungo. Modusnya yaitu untuk penjagaan keamanan barang dagangan para pedagang di pasar bungur tersebut.

Agung salah satu pedagang mengatakan, pungutan tersebut ditagih oleh petugas P3A sebasar Rp 10 ribu setiap bulannya. Bahkan pungutan tersebut sudah berjalan selama sekitar dua bulan yang lalu.

“Kalau kemarin itu memang ada pemuda yang ditugaskan sebagai penjaga keamanan di pasar atas ini. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi yang jaga, seharusnya pungutan ini juga dihentikan lah, kan gak ada lagi yang jaga,” ujar Agung.

Lanjut Agung lagi, seharusnya Pengurus Pedagang Pasar Atas (P3A) itu tidak perlu lagi melakukan pungutan kepada pedagang dengan alasan untuk uang keamanan.

“Untuk penjagaan sebenarnya kan sudah ada trantib. Tinggal berdayakan saja trantib itu. Kenapa P3A harus bentuk penjaga tersendiri lagi dan untuk gajinya itu ya dari uang yang dipungut dari pedagang lah,” bebernya.

Sementara itu, H. Rinaldi ketua P3A mengakui terkait adanya pungutan tersebut. Dikatakannya, pungutan tersebut sudah mendapat izin dari Dinas Kop, UKM dan Perindag Kabupaten Bungo.

“Kami sudah mendapatkan izin dari Dinas Kop, UKM dan Perindag. Kami terpaksa membentuk penjaga pasar sendiri, karena petugas trantib ini tidak bisa diandalkan. Saya juga sudah sampaikan persoalan ini kepada Bupati,” jelas Rinaldi.

Terpisah Kepala Bidang Perdagangan Dinas Kop, UKM dan Perindag Kabupaten Bungo, Rusdi Lesmana mengatakan, dirinya tidak pernah memberikan izin untuk melakukan pungutan kepada para pedagang.

“Kalau P3A memberitahu akan membentuk penjaga keamanan memang ada. Tapi kami tidak tahu mereka meminta iuran kepada para pedagang,” ucap Rusdy Lesmana.

Rusdy berjanji akan segera memanggil pengurus P3A terkait pungutan tersebut. Ia juga berjanji akan menugaskan petugas trantib untuk melakukan penjagaan dipasar agar tidak lagi menjadi alasan mereka untuk mungut kepada pedagang.

“Senin besok akan kita panggil pengurus P3A nyo dindo. Nanti akan kita cari solusinya agar tidak ada lagi pungutan kepada pedagang. Rekan- rekan wartawan nanti juga akan kita undang,” pungkasnya.(sbs)