Diduga Asal Jadi, Proyek Turap Beton Rp6 Milyar Lebih di Batu Kerbau Sudah Ambruk

SUARA BUNGO – Sebuah proyek pembangunan turap beton di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi diduga asal jadi. Pasalnya, turap beton yang dibangun dengan anggaran tahun 2025 tersebut, saat ini kondisinya sudah ambruk dan hancur.

Informasi yang didapat awak media dilapangan bahwa nilai proyek ini pagu anggarannya sebesar Rp6 Milyar lebih. Sementara jenis pekerjaannya merupakan Koordinasi Penanganan Pasca Bencana Kab/Kota yang bersumber dari dana Hibah RR BNPB.

Baca Juga :  Proyek Pengaspalan Jalan Menuju Bandara Bungo Senilai Rp5 Milyar Lebih Diduga Asal Jadi

Pembangunan proyek itu sendiri leading sectornya ada di BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo. Turap yang saat ini sudah hancur lebur tersebut, dikerjakan oleh CV. Bangun Sarana Cipta. Pekerjaannya yaitu Pembangunan Rekonstruksi Turap Beton Penahan Tebing Sungai Penanganan Pasca Bencana itu, dibangun pada 13 Januari 2025 dengan masa pengerjaan 180 hari itu diketahui sudah ambruk.

Adapun nomor kontraknya, 002-K/SP/PASNA-BTK/BID.3/BPBD/2025 dengan nilai kontak Rp6.402.455.500. Dengan Konsultan Pengawas CV. Bahari Mekanika Consultant.

Baca Juga :  Bupati Mashuri Lantik Empat Orang Rio Di Kecamatan Pelepat

Kepala BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo, Zainadi saat dikonfirmasi suarabutesarko.com mengatakan, bahwa penyedia sedang memperbaiki turap yang rusak tersebut. Menurutnya karena saat ini masih dalam tahap pegerjaan, maka kejadian itu masih wewenang dan tanggungjawab pihak kontraktor.

“Saat ini masih sedang dalam perbaikan,” sebut Kaban Kesbangpol, Zainadi, Selasa (3/6/2025).

Ketika ditanya apa penyebab proyek turap yang memakan anggaran besar tersebut bisa ambruk dan diduga ada kejanggalan dalam pembangunan tersebut serta kurangnya pegawasan dalam pembangunan itu, dirinya belum bisa memastikan penyebabnya saat ini.

Baca Juga :  20 Tahun Ahmadi Jabat Ketua STKIP Muhammadiyah, Fesdiamon: Siapa Yang 'Dinasti' Sebenarnya, Fikar Azami atau Ahmadi Zubir

“Sekarang staf saya masih dilokasi dan belum balik dan belum bisa dihubungi untuk melihat dan menentukan penyebabnya, nanti kalau sudah dihubungi saya infokan dengan dindo,” papar Kadis Kesbangpol. (Oni)