Cek Endra, Adalah Cucu Kandung Salah Satu Tokoh Pendiri Provinsi Jambi

203

SUARA JAMBI – Kandidat Calon Gubernur Jambi periode 2021-2024, Drs. H. Cek Endra (CE) memang terus menjadi “target” serangan lawan politiknya. Sejak awal kemunculannya, CE diserang dengan isu putra daerah Jambi.

Padahal seperti diketahui, Drs H. Cek Endra merupakan putra asli Sarolangun. Pria yang kini menjabat sebagai Bupati Sarolangun itu lahir di Kecamatan Mandiangin dan cucu salah satu tokoh pendiri Provinsi Jambi, Ahmad Basyariah.

CE lahir dari rahim Hj. Hafni Rosna tepat pada tanggal 17 Maret 1958. Sementara Ayahnya (H. Cek Mak), dikenal sebagai penyadap karet dan kemudian menjadi tauke karet yang cukup disegani secara pribadi dalam pergaulannya sehari-hari.

Saat disambangi, Drs. H. Cek Endra menegaskan kalau dirinya merupakan putra asli Jambi yang lahir di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun. Sejak bangku kuliah, diakui CE, dirinya memang jarang kembali ke Sarolangun dan sudah menyebrang ke Pulau Jawa.

“Saya SD di Mandiangin, SMP dan SMEA di Kota Jambi. Kemudian saya kuliah di Jakarta,” jelas CE.

CE menjelaskan, selesai mengenyam pendidikan di bangku kuliah tahun 1983, dia mulai bekerja sebagai staf di PT Tugu Pratama Indonesia. Setelah tiga tahun menjadi staf, lanjut CE, dia kemudian diangkat menjadi kepala bagian keuangan dan kelala divisi keuangan di kantor yang sama.

“Tahun 1992 saya terbang ke London Inggris bekerja sebagai Executive Trainer JH.Minet. Co. Ltd. Selanjutnya saya bekerja di Hongkong, Singapura, Thailand, dan kembali lagi ke PT Tugu Pratama Indonesia tahun 1993 menjabat Dirut,” tuturnya.

“Saya kembali ke Sarolangun pada tahun 1996. Pada tahun 2006, saya diberi amanah menjadi Wakil Bupati Sarolangun mendampingi Bupati Hasan Basri Agus (HBA).” tuturnya lagi.

Lebih jauh dikatakan CE, dia sebenarnya adalah cucu kandung dari salah satu tokoh pendiri Provinsi Jambi, Ahmad Basyariah. Kata CE, kakeknya tercatat sebagai anggota Pleno Badan Kongres Rakyat DJambi (BKRD) tahun 1955 yang berjuang untuk menjadikan Jambi wilayah otonom dan berpisah dengan Provinsi Sumatera Tengah.

“Kakek saya dulu mewakili Lembaga Adat Sarolangun-Bangko (Sarko) yang ikut tanda tangan piagam pendirian terbentuknya Provinsi Jambi. Tahun 1999, Gubernur Jambi pak Abdurahman Sayoeti memberikan piagam penghargaan kepada kakek saya,” terang CE.

Ditambahkan CE, kakeknya juga pernah menjadi Camat pertama Sarolangun dan menjabat Camat Batang Asai pada tahun 1962.

Saat disinggung niatnya ingin menjadi Gubernur Jambi, CE menyebut kalau dirinya ingin membangun tanah kelahirannya (Jambi). Jelasnya, dia juga ingin mengabdi dan menjadi pelayan masyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. (Media Center CE-RATU)

 

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini