CE-Ratu Akan Gandeng Lembaga Adat Saat Ambil Kebijakan

SUARA JAMBI – Pasangan Cek Endra-Ratu Munawaroh yang meramaikan pangsa pasar Pilgub Jambi 2020, menyatakan memiliki terobosan baru dalam dunia perpolitikan dan pemerintahan.

Menurut CE saat ini iklim politik jelang pilgub Jambi sudah panas. Carut-marut dengan mudahnya terlontar kepada cagub lain, terutama di medsos. Jelas hal itu sangat bertentangan dengan filosofi berpolitik masyarakat Jambi.

Baca Juga :  Wabup Amir Sakib Hadiri Pelantikan IDI Cabang Tanjab Barat Periode 2019-2022

“Budaya lama jangan ditinggal, adat adalah kunci kehidupan bermasyarakat bagi orang melayu Jambi. Jika CE-Ratu terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi kami siap mengembalikan jati diri budaya Jambi. Orang Jambi cara politiknya itu tajam tapi halus,” ujar CE.

Terobosan baru yang dikatakan Cek Endra adalah, jika terpilih maka dalam menjalankan roda pemerintahan akan melibatkan budaya Jambi pada setiap pengambilan kebijakan.

Baca Juga :  PENGABDIAN MASYARAKAT: Pelatihan dan Pendampingan dalam Pengelolaan Keuangan Desa

“Selama ini Lembaga Adat Melayu tidak pernah dilibatkan dalam melahirkan kebijakan. Jika kami terpilih nanti, selain DPRD, kami akan melibatkan LAM dalam membuat kebijakan,” urai CE.

CE menjelaskan, dalam melaksanakan roda pemerintahan, Jambi membutuhkan kepala daerah yang benar-benar mengerti budaya Jambi. Kepala daerah menjadi instrumen dalam menerjemahkan pembangunan yang dilaksanakan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Cek Endra Optimis Menang Mutlak 80 Persen di Sarolangun

“Kita lihat di sektor pariwisata. Industri pariwisata Jambi harus memanfaatkan kearifan lokal dalam menarik wisatawan. Keberhasilan pariwisata di Jambi harus didukung peningkatan standar pelayanan oleh industri-industri lain seperti kesehatan, pelayanan transportasi dan industri-industri yang lainnya,” tandasnya. (TMC CE-Ratu)