Bupati dan Wabup Kerinci Dianugerahi Gelar Sko dari Tigo Lurah Semurup

Adirozal : Jadikan Adat Sebagai Filter Terhadap Pengaruh Negatif

SUARA KERINCI – Bupati Kerinci, Adirozal dan Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher dianugerahi gelar sko kehormatan oleh adat Tigo Lurah Semurup, dalam acara kenduri sko Tigo Lurah Semurup, yang bertempat di Desa Balai Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, pada Minggu (28/04/2019) hari ini.

Dimana awalnya Bupati Adirozal langsung menuju rumah Gedang Rajo Simpang Bumi Dusun Gedang Semurup, pemasangan baju adat, karena gelar sko, diberikan mulai dari Rajo Simpang Bumi yang memberikan gelar kepada Bupati Kerinci Adirozal dengan gelar, “Sibumi Tuo Makuto Alam”.

Baca Juga :  Bupati Adirozal Awasi Kehadiran dan Kinerja ASN Melalui Layar Monitor

Begitu juga dengan Wabup Kerinci Ami Taher, menuju rumah gedang Magku Rajo pemasangan baju adat, karena gelar sko, diberikan mulai dari rumah gedang Mangku Rajo, yang memberikan gelar kepada Wabup Kerinci, Ami Taher dengan gelar, “Depati Sibumi Putih Tanah Napuro Pemuncak Alam”.

Selanjutnya, Bupati dan Wabup Kerinci diarak menuju Umah Ninik Ajo Sangadu Dubalang, untuk proses penaikan Sko, pembacaan Khutbah Rajo, hingga pemasangan keris kepada Bupati dan Wabup Kerinci.

Baca Juga :  Wabup Kerinci Ami Taher Buka Pembekalan dan Pelatihan Guru TPA/TPSA

Turut hadir dalam acara tersebut, seluruh lembaga adat dan Depati ninik mamak Tigo Lurah Semurup, seluruh Kepala Desa Tigo lurah Semurup, serta seluruh masyarakat Tigo Lurah Semurup.

Bupati Kerinci, H.Adirozal, mengucapkan terimakasih atas Gelar Kehormatan Sko yang diberikan oleh adat Tigo Lurah Semurup kepada dirinya, dan menganggap gelar kehormatan yang diberikan tersebut sebagai tantangan baginya untuk berkarya lebih baik lagi menuju Kerinci Lebih Baik dan Berkeadilan.

Baca Juga :  Fachrori : Masyarakat Harus Tenang Sikapi Penagguhan Umrah Dari Arab Saudi

“Kenduri Sko merupakan salah satu kebudayaan asli masyarakat Kerinci yang mengandung norma adat dan norma hukum,” ungkap Bupati.

Adirozal juga menghimbau, agar masyarakat menjadikan Kenduri Sko dan adat-adat Kerinci lainnya sebagai filter terhadap pengaruh negatif perkembangan dan kemajuan zaman.

“Melalui kenduri sko ini, mari kita jadikan adat sebagai filter dari pengaruh buruk kemajuan iptek saat ini, seperti penggunaan dan peredaran narkoba yang semakin marak,” tutup Adirozal. (ndy)