SUARA SUNGAI PENUH – Pasca Rotasi Kepala Sekolah yang dilakukan Dinas Pendidikan Kondisi Sungai Penuh, Rabu (17/7/2019) pagi, wali murid dan warga yang mengatasnamakan Masyarakat Pesisir Bukit melakukan penyegelan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sungai Penuh. Warga menolak kehadiran kepala sekolah baru di Sekolah tersebut, akibat kejadian ini Majelis guru dan murid tertahan di pintu masuk sekolah dan proses pembelajaran juga terganggu.
Tidak berselang lama pintu gerbang sekolah tersebut berhasil dibukak berkat bantuan dari Jajaran Polsek Kota Sungai Penuh dan Kodim.
Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1Sungai Penuh Edi Jonson, ketika sampai di sekolah ia terkejut karena banyak siswa di depan gerbang sekolah dan pagar pintu masuk sekolah sudah disegel. Majelis guru yang lain bilang Kepala Sekolah Bambang Sudianto Digeser.
“Kami sangat menyayangkan rotasi yang dilakukan Dinas Pendidikan ini, karena selama Pak Bambang menjadi kepala sekolah SMPN 1 berubah secara total. Baik itu dibidang fisik sekolah, maupun dibidang pendidikan akademik dan non akademik serta kegiatan eskul,” ungkap Edi Jonson.
Ditambahkannya, hal inilah yang membuat pihak majelis guru merasaterkesan dan bangga selama Pak Bambang menjadi kepala Sekolah dan pada tahun ini SMPN 1 ini mendapat siswa baru terbanyak se Kota Sungai Penuh selama 4 tahun belakangan yaitu 280 orang siswa lebih.
“Kami khawatir dengan adanya pergantian kepsek ini, jangan-jangan SMP ini akan kembali terpuruk seperti yang pernah kami alami pada tahun sebelum pak Bambang masuk ke sekolah ini,” papar Guru senior di SMPN 1 ini.
Mewakili seluruh majelis guru Waka Kurikulum SMPN 1 ini berharap kepada pihak yang berwenang untuk mempertahankan pak Bambang menjadi Kepala Sekolah di SMPN 1 ini satu periode lagi.
“Kami seluruh majelis guru sangat mengharapkan pak Bambang biaa dipertahankan satu periode lagi, demi tercapainya SMPN 1 Sungai Penuh sebagai sekolah terbaik di provinsi Jambi. Dan pada tahun ini juga kami sudah mencanangkan ingin menyamai SMP Negeri 7 Kota Jambi, baik dibidang akademik, infrastruktur, prestasi, disiplin maupun eskulnya,” harap Edi Jonson.
Sementara itu, menurut sekretaris dinas pendidikan Kota Sungai Penuh Hendripal, ketika ditemui usai melakukan pertemuan dengan seluruh majelis guru mengungkapkan ketika sampai di SMPN 1 ini pintu gerbang sekolah sudah dibukak. Terkait kejadian penyegelan sekolah ini mungkin ada miss komunikasi.
“Maksud dinas pendidikan melakukan rotasi kepala sekolah tidak lah jelek, guna membangun pendidikan di kota Sungai Penuh secara merata, jadi tidak hanya di SMPN 1 ini saja yaitu ada 13 SMP diKota Sungai Penuh yang harus kita bangun dan semua sekolah tersebut minimal harus seperti SMPN 1,” papar Sekdisdik. (ndy)










