Bupati Kerinci Adirozal Buka Pesantren Kilat 1443 H

SUARA KERINCI – Bupati Kerinci Adirozal, didampingi ketua TP PKK Hj. Nailil Husna membuka kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan, yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Kerinci, di gedung Panti Asuhan Yayasan Baitul Husna Kerinci, Selasa (12/4/2022).

Pesantren Ramadhan yang akan digelar selama 3 hari ini, diikuti oleh 200 orang peserta utusan dari Kecamatan yang ada di Kabupaten Kerinci. Mulai dari tingkat SD 100 orang peserta, tingkat SMP 100 orang peserta ,serta kegiatan Tadarus Al-Qur’an oleh tim Penggerak PKK Kabupaten Kerinci beserta Dharma Wanita.

Baca Juga :  Bupati Adirozal Buka Pesantren Kilat Ramadhan TP PKK Kerinci

Bupati Kerinci Adirozal dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci mengapresiasi kegiatan Pesantren Ramadhan 1443 dan Tadarus Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Kerinci.

“Alhamdulillah tahun 2022 ini Covid-19 sudah mulai melandai, sehingga kegiatan bisa kembali dilaksanakan,baik itu Safari Ramadhan, Tadarus Al-Qur’an,dan juga acara Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan hari ini,” ujar Bupati Kerinci Adirozal.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Adirozal Hadiri Festival Budaya Gunung Labu "Sedekah Hasil Bumi"

Ditambahkan Adirozal, Ramadhan merupakan momen untuk meningkatkan pembacaan Al-Qur’an ,melalui Pesantren kilat Ramadhan adalah belajar cara untuk mendekat diri kepada Allah, sesuai dengan tema Pesantren kilat Ramadhan yakni Peningkatan Akidah sejak dini,ini sangat penting untuk menangkal perilaku negatif akibat perkembangan tekhnologi,karena akidah sejatinya merupakan fondasi utama dari agama Islam.

“Semoga dengan diadakannya Pesantren Ramadhan ini bisa menambah wawasan anak-anak, sehingga nanti mereka mampu penangkal hal negatif dalam kehidupan, apalagi dalam era globalisasi yang semakin maju”, ujar Adirozal

Baca Juga :  Bupati Adirozal Pimpin Rakor Percepatan Penanganan Virus Corona

“Ketika akidah telah tertancap kuat di sanubari anak, ia kan menjadi sosok orang beriman yang berkepribadian kuat, baik sikap dan perbuatannya karena selalu merasa dalam pengawasan Allah, serta meminimalisasi anak melakukan perbuatan buruk,” tutup Adirozal. (*/Ndy)