Mahasiswa STIA SS Muara Bungo Sukses Gelar Studi Lapangan di Kantor LAM Kabupaten Bungo

SUARA BUNGO – Adat istiadat merupakan kekayaan budaya suatu daerah atau bangsa. Biasanya, adat istiadat ini digunakan untuk memandu sikap dan perilaku masyarakat tertentu secara turun temurun.

Berkaitan dengan materi kuliah Sosiologi-Antropologi mengenai adat istiadat Bungo, maka diadakan kuliah lapangan dengan berkunjung ke Lembaga Adat Melayu Jambi, Kabupaten Bungo, Selasa (15/3/2022).

Menurut Ade Sofa, S.Ag., M. Si, selaku dosen pengampu materi kuliah tersebut, kegiatan kuliah lapangan ini menjadi penting guna menambah wawasan mahasiswa tentang adat istiadat secara langsung pada narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Kegiatan kuliah lapangan ini mengusung tema, “Peran Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bungo dalam Menjaga Nilai-nilai Kearifan Lokal”.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Hadiri Peletakan Batu Pertama Gedung Siginjai Sakti Wira Bhakti

Kuliah lapangan tersebut diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara dari kelas reguler I dan II.

Para mahasiswa dan dosen disambut ramah dan tangan terbuka oleh para tuan rumah yang disebut sebagai Pengurus Lembaga Adat Melayu Jambi Bumi Langkah Serentak, Limbai Seayun Kabupaten Bungo.

H. Hasan, M.A.Ma.Pd, selaku ketua umum LAM Bungo mengungkapkan rasa bangga terhadap mahasiswa sebagai generasi milenial yang peduli pada adat istiadat. Beliau berpesan agar kepedulian tersebut dilanjutkan dalam bentuk selalu merawat dan menjaga adat istiadat secara bersama-sama.

“Saya sangat bangga dan sangat terharu dengan perkuliahan mahasiswa STIA hari ini. Mari kita rawat dan jaga adat istiadat secara bersama-sama,” ucap H. Hasan.

Baca Juga :  STIA Setih Setio Muara Bungo Gelar Tes Seleksi Camaru Gelombang Pertama

Sementara itu, Drs. HM. Rifai Abtes., M.Sy. selaku sekretaris umum, memberikan materi sesuai tema kuliah lapangan. Menurut beliau pada prinsipnya adat melayu tidak lepas dari apa yang disebut “adat bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah”.

“Oleh karena itu, kearifan lokal masyarakat Bungo harus sesuai dengan nilai-nilai adat yang tidak bertentangan dengan aturan agama,” ujarnya.

Ketua STIA Setih Setio, Hasdani, S. Sos., M. Si., menyebutkan, bahwa kuliah lapangan menjadi salah satu inovasi dalam kegiatan belajar mahasiswa yang tidak hanya di dalam kelas, akan tetapi mengeksplorasi keluar kelas.

“Kegiatan ini patut diadakan dalam materi perkuliahan lainnya,” harap ketua STIA.

Baca Juga :  Sudirman : Tugu Juang Simbol Perjuangan Rakyat Jambi

“Kuliah lapangan sebagai salah satu program kampus merdeka, yaitu menimba ilmu secara langsung dari mitra berkualitas, terkemuka dan mendapat dukungan penuh dari STIA Setih Setio Muara Bungo” pungkasnya.

Acara perkuliahan kemudian ditutup dengan doa dan pemberian cenderamata dari Kampus dan mahasiswa kepada pengurus LAM Bungo.

Kuliah lapangan juga didampingi beberapa dosen STIA SS Muara Bungo yang terdiri dari, Joko Sunaryo, S. Sos., M.A., Poiran, S. Sos., M.A., Yulia Wiji Astika, S.Pd.,M.Pd., Mela Sari, S.Sos, M.Si., dan Helva Rahmi, S.Sos., MSi., ikut mendampingi selama kegiatan perkuliahan berlangsung. (*)