BPS Mengadakan Pelatihan Petugas Susenas

SUARA BUNGO – Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Bungo mengadakan kegiatan pelatihan petugas Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang bertempat di hotel Independence, Senin (27 Januari s/d 1 Februari 2020).

Kepala Badan Pusat Statistik kabupaten Bungo, Muji Lestari menjelaskan, bahwa
Pelatihan gelombang pertama pada tanggal 27 sampai 29 Januari dan gelombang kedua-nya tanggal 30 sampai tanggal 01 Februari.

“Pelatihannya terbagi dua kelompok, kelompok 1 tanggal 27 Januari sampai 29 Januari. Sedangkan kelompok 2 yaitu tanggal 30 Januari sampai 01 Februari,” ujar Muji Lestari, Senin (27/01/2020) diruang kerjanya.

Lanjut Muji, setelah dilakukan pelatihan, selanjutnya petugas akan diuji dan dikasih materi penyamaan konsep definisi, kemudian mereka di tes.

Baca Juga :  Sensus Penduduk di Indonesia Sejak Tahun 1961

“Hasil nilai tes-nya itulah yang dibuat oleh INNAS, membuat laporan untuk dilaporkan ke Provinsi, bahwa nama itu peserta sekian-sekian namanya. Kalau nilainya layak lulus, maka dia boleh turun kelapangan, tapi kalau dia tidak lulus maka dia tidak layak untuk ke lapangan, jadi kalau petugas BPS selalu seperti itu, dilatih,” jelas Muji.

“Selanjutnya, ada yang namanya updating, itu dilaksanakan tanggal 18 sampai 23 Februari, sebelum ke lapangan, ternyata blok sensusnya sudah berubah, dan sudah gak disini lagi, bergeser dan sebagainya, sampai itu sudah dilakukan updeting maka baru nanti mereka turun ke lapangan tanggal 1 sampai 20 Maret,” tambah Muji.

“Kebetulan, saat updating Susenas bersamaan dengan pelaksanaan SP online yang 15 Februari sampai 31 Maret,” ujar Muji.

Baca Juga :  Jangcik Mohza Siap Tata Merangin Lebih Baik Lagi

Metode pelaksanaan Sensus ada 3 yaitu : Metode Tradisional/konvensional, Kombinasi dan Registrasi. Bagi negara yang maju, mereka pakai metode registrasi, karena pencatatan registrasi penduduk mereka sudah oke. Untuk indonesia belum mampu registrasi, sehingga Indonesia masih menggunakan metode kombinasi yaitu paduan dari metode konvensional dengan registrasi.

“Indonesia saat ini sudah tidak menggunakan metode Konvensional utuh lagi,” ujarnya.

“Konvensional itu yang datang ke rumah-rumah, sekarang nggak gitu lagi. Sekarang pakai hp/gadget,” ungkap Buk Muji.

Ada 2 tahap sensus penduduk yaitu :
1. Tahap I yang namanya SP Online (15 Feb sd 31 Maret 2020) atau disebut SP mandiri. Jadi masyarakat benar-benar aktif sendiri dengan gadgetnya masuk ke sensus.bps.go.id dan menjawab semua pertanyaan.

Baca Juga :  Bekali Peserta KKN UNAIR, Sandiaga Uno: Bangkitkan Negeri Mulai Dari Desa dan Ecowisata

2. Tahap II adalah SP Wawancara (1-31 Juli 2020). Dalam hal ini petugas sensus akan datang ke rumah-rumah untuk mendata bagi yang belum melakukan pendataan di SPOnline. Petugas itupun tidak menggunakan kuisioner yang kertas tapi dengan hp/gadget.

“Jadi sensus tahun ini tidak ada kertas ! Semuanya gadget,” tambah buk Muji.

Nanti akan diadakan sensus wawancara pada bulan Juli 2020. Dalam hal ini petugas sensus yang akan menanyakan kepada responden/penduduk yang tdk melakukan SPOnline. Pendataan tersebut melalui hp/ gadget petugas. Kalau SPOnline masyarakat melakukan sendiri tanpa petugas. (Diah)