SUARA SUNGAI PENUH – Sebagai Kota perdagangan dan jasa, Pemerintah Kota Sungai Penuh terus gencar mengembangkan potensi wirausaha agar terus tumbuh dan berkembang.
Salah satunya melalui pelatihan kewirausahaan CEFE (Creation of Enterprise Formation Entrepreneur) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam program Gugus Kendali Mutu (GKM) Yang digagas Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Rabu (24/7/2019).
Walikota Sungai Penuh, H. Asafri Jaya Bakri (AJB), dalam arahannya dihadapan pelaku usaha peserta kegiatan, mengungkapkan dibutuhkan setidaknya 2.5 persen jumlah wirausaha Dari total penduduk agar sebuah bangsa bisa dikatakan maju.
“Saat ini kita di Indonesia baru mencapai 0.18 persen, jadi masih sangat kurang sekali, ” jelasnya.
Lebih lanjut, Walikota dua periode ini mengatakan bahwa entrepreneurship atau kewirausahaan bukanlah faktor keturunan, melainkan suatu hal yang bisa dilatih dan bisa dilakukan semua orang.
“Di Kota Sungai Penuh sebagai kota perdagangan dan jasa, pilihan sebagai wirausaha adalah sangat tepat. Makanya, semua harus terlibat, jangan hanya menjadi penonton. Kita harus berpikir sesuai dgn potensi yang dimiliki,” pesannya.
Pelatihan dan bimtek yang dilaksanakan di aula hotel Arafah itu dihadiri sejumlah narasumber berkompeten Dan diikuti para pelaku usaha kecil dan menengah dalam kota Sungai Penuh. (Hms/ndy)









