oleh

Putra Khairun A Roni Dikeroyok Oleh Sekelompok Orang di Parkiran Makam Bungo Taman Agung

Khairun : Saya Sudah Lapor ke Polres Bungo

SUARA BUNGO – Seusai Shalat Idul Fitri 1442 H/2021 M, Khairun A Roni beserta keluarga melaksanakan Ziarah ke makam orang tuanya di Pemakaman Umum ‘Bungo Taman Agung’, bersama warga masyarakat lainnya, dengan mngendarai mobil Ayla, Kamis (13/5/2021) sekitar pukul 08.00 Wib.

Surat Laporan (LP) Polisi. (Ist)

Usai melaksanakan ziarah ke kuburan sekitar pukul 08.40 Wib, Khairun A Roni beserta keluarga berniat hendak pulang kerumahnya, namun mobilnya gak bisa keluar dari parkiran yang sebelumnya diparkir dekat pemakaman tersebut.

“Mobil kami gak bisa keluar, karena terhalang oleh mobil Suzuki Escudo warna hitam dengan BH 1441 LK yang terparkir di badan jalan menuju makam,” ujar Khairun A Roni.

Khairun A Roni beserta keluarga akhirnya menunggu sambil sesekali mumbunyikan klakson nobilnya, namun ternyata tidak ada sopir didalam mobil Eskudo tersebut.

“Ternyata gak ada sopir didalam mobil eskudo itu. Akhirnya kami putar arah dengan niat mencari jalan alternatif lewat jalan kebun sawit, namun jalan alternatif itu sangat becek dan ada juga beberapa lobang yang cukup dalam untuk ukuran mobil Ayla. Akhirnya kami putar lagi ke jalan masuk semula, ternyata mobil Suzuki Escudo itu masih terparkir di TKP,” tambahnya.

Setelah sampai ditempat parkir semula, dirinya kembali membunyikan klakson beberapa kali, dilanjutkan oleh anaknya, Fahmi menyusul ke kelompok peziarah yang memang datang belakangan yang berada di ujung kanan pemakaman, dengan niat menanyakan dan meminta agar kendaraan Suzuki Escudo dimundurkan sedikit supaya kendaraan dirinya bisa lewat.

Setelah beberapa lama menunggu, namun pemilik mobil Eskudo tersebut juga tidak kunjung datang. Akhirnya putra Khairun A Roni kembali menemui peziarah yang diduga pemilik mobil Eskudi tersebut, dengan maksud agar kendaraannya dipindahkan atau dimundurkan skitar 10 meter atau dimajukan sedikit.

“Akhirnya Fahmi anak saya kembali menemui sopir mobil ditempat orang yang lagi ziarah itu supaya meminta mobilnya dimundurkan atau dimajukan, supaya mobil kami bisa lewat, karena kami mau pulang,” kesal Khairun.

Sekitar pukul 09.45 Wib, akhirnya rombongan peziarah yang berkisar 30 orang itu bubar, ada beberapa orang dengan wajah yang sangar yang beberapa orang lainnya juga seperti sudah dikondisikan dan langsung menyerang dirinya bersama keluarga.

“Beberapa orang langsung menyerang anak saya Fahmi, yang saat itu duduk didalam mobil. Anak saya juga didorong, bahkan anak saya dipukul mengenai bahu, paha, pipi dan memukul mobil kami hingga bonyok di dua tempat,” beber Khairun A Roni.

Melihat kondisi yang cukup mencekam, karena ditengah kepungan beberapa orang pelaku, isteri Khairun A Roni yang bernama Zulha, SH berteriak meminta tolong, bahkan kedua anak korban menangis ketekutan, karena dibentak, diancam, dan diintimidasi oleh sekelompok orang.

“Istri saya sudah berteriak-teriak dan anak saya juga menangis ketakutan. Padahal saya sudah mohon ampun dan meminta maaf jika anak saya ada salah terhadap mereka. Saya juga memohon kepada segerombolan orang itu untuk memindahkan mobilnya supaya mobil kami bisa lewat,” ujarnya lagi.

Hal tersebut tak diindahkan oleh sekelompok orang tersebut. Aksi pemukulan dan menarik anak korban keluar mobil terus berlanjut, dan pemukulan mobil serta dorong-dorong terus mereka lakukan beramai-ramai, sambil mengeluarkan kata-kata kasar.

“Dak sabar nian, dasar dak bautak, kami ni orang sini tau dak, awas kau yo, awak bunuh kau, awak tandoi kau,” cerita Khairun A Roni menirukan omongan pelaku yang menganiaya dan mengancam anaknya.

Usai memukul Fahmi dan memukul mobil, akhirnya pelaku masuk kedalam mobil Escudo dengan menggeber-geberkan gas dengan kencang, sambil memundurkan kendaraannya, kemudian mereka mendadak maju lagi dengan kencang, bahkan hampir menabrak mobil Ayla dirinya yang persis berada didepan mobil tersebut.

“Aksi ugal-ugalan tersebut spontan dicegah dan dihentikan oleh beberapa orang warga dengan menghadang didepan mobil tersebut. Slanjutnya kendaraan tersebut mundur dan pergi meninggalkan lokasasi dengan kecepatan tinggi dan diikuti oleh rombongan lainnya yang mengendarai sepeda motor,” imbuhnya.

“Belakangan ini diketahui pelaku diduga Saidina Ali alias Bujang Inap, alias Bujang Golok bersaudara dan keluarganya, mereka warga KM 9 Sungai Mengkuang,” pungkasnya.

Kasus penganiayaan dan dugaan pengancaman ini sudah dilaporkan oleh Khairun A Roni kepada pihak kelolisian dengan nomor STPP/138/V/2021/SPKT/RES BUNGO.

“Kasus ini sudah saya laporkan ke Polres Bungo kemarin siang, Minggu (16/5). Semoga polisi bisa mengungkap dan menangkap pelaku,” pungkasnya. (Oni)

 

Komentar

Berita Terbaru