Merasa Dilecehkan Bawahan, Wawako Zulhelmi Diduga Pukuli Kasi Kesbangpol

SUARA SUNGAI PENUH – Wakil Wali Kota (Wawako) Sungai Penuh, Zulhelmi, dikabarkan telah melakukan kekerasan terhadap salah seorang Kasi di Kesbangpol Kota Sungai Penuh yang berinisial ‘G’.

Informasi diperoleh media ini, kejadian tersebut terjadi menjelang keberangkatan pemantauan di sejumlah TPS dalam rangka pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019. Akibat dari dari kejadian tersebut ‘G’ yang terkena pukulan sempat mengalami sesak nafas setelah peristiwa tersebut.

“Menjelang berangkat tadi sekitar jam 10 pagi Wawako marah, dan memukul Kasi Kesbangpol (G),” ujar sumber terpercaya kepada media ini, Rabu (17/4/20) pagi.

Baca Juga :  Pemkab Tanjab Barat Kembali Raih Opini WTP dari BPK Provinsi Jambi

Menanggapi hal tersebut, Wawako Sungai Penuh Zulhelmi ketika dikonfirmasi wartawan tidak menampik hal tersebut. Menurut wawako Ia merasa dilecehkan ketika hendak melakukan pemantauan sejumlah TPS.

Dijelaskannya, bahwa dirinya merupakan ketua tim 2 dalam pemantauan TPS. Sebelumnya, ia mengaku telah memberitahukan kepada panitia bahwa sebelum melakukan pemantauan, agar tim dikumpulkan terlebih dahulu diruang Wawako atau ruang aula untuk duduk bersama, guna membicarakan apa sasaran nantinya.

Baca Juga :  Mantap FIYOS..! Sama Seperti 3 Desa Tanjung, Dusun Cangking Desa Gedang Akan Punya 2 Jalur

Namun tim yang tergabung dengan Wawako, tidak mengikuti instruksi dirinya, malah duduk diruang Sekda Munasri. Dirinya terkejut, ketika mendapat laporan langsung melakukan keberangkatan.

“Karna turun kelapangan, saya ini bekas polisi, turun lapangan harus tau sasaran kito apo, cara bertindak seperti apa, koordinasi dulu, ini tidak ada, tiba-tiba langsung berangkat,” katanya kepada wartawan.

Baca Juga :  Wabup Amir Sakib hadiri halal bi halal Keluarga Besar Kodim 0419/Tanjab

Lebih lanjut wawako menambahkan, “Aku kan ketua tim 2, kan tidak boleh seperti itu, ada unsur pelecehan. Gawe ini gawe nasional, bukan gawe main-main,” tambahnya.

Ia menegaskan, bahwa siapapun diposisi dirinya pada saat itu, pasti akan marah karna merasa dilecehkan.

“Uhang yang duduk diposisi aku ini, pasti marah, kadang kanti-kanti keterlaluan, tidak mau tau etika,” tutupnya. (ndy).