Memprihatinkan, Korban Kesetrum Listrik Ini Butuh Bantuan Pemerintah dan Para Dermawan Untuk Biaya Berobat

SUARA BUNGO – Gara-gara main layang-layang bersama temannya di atas Ruko, Muhammad Refan (10) kelas 5 SD, yang beralamat di Jalan Manggis nomor 73, RT.15, RW. 05 Kelurahan Batang Bungo, Kecamatan Pasar Muara Bungo ini malah kesetrum arus listrik, Kamis (29/9/2022) yang lalu.

Kondisi M. Refan semakin hari tampak sangat memprihatinkan, tangan kanannya terdapat luka bakar yang serius dan harus segera ditangani oleh tim medis dan tentunya didukung dengan alat medis yang memadai.

Bahkan, tangan kanan M. Refan terancam di amputasi jika terlambat untuk ditangani. Kepala, punggung sampai ke pantat-nya juga terdapat luka bakar yang serius. Kemungkinan organ dalamnya juga terdapat luka bakar, dan kondisinya semakin memprihatinkan.

Baca Juga :  Bupati Tanjabbar Hadiri Pembukaan Rakorda BAZNAS Se-Provinsi Jambi

“Kemarin Refan sempat masuk ICU. Awalnya pas kejadian itu M. Refan sempat dirawat di RS Permata Hati, karena biayanya yang terlalu mahal, makanya kami bawa ke RSUD H. Hanafie Muara Bungo,” ucap Yantilnal, orangtua Refan saat dihubungi via telpon, Minggu Malam (2/10/2022).

Lanjutnya, disarankan dokter bahwa putranya itu seharusnya segera dirujuk ke rumah sakit Padang atau Jambi karena organ di dalam tubuh anaknya kemungkinan ada yang hangus dan rusak, namun pihaknya terkendala biaya untuk mengobati putra nya tersebut.

“Kata dokter organ tubuhnya ada yang hancur. Refan harus segera di rujuk ke Padang atau ke Jambi, karena kondisinya sangat memprihatinkan. Kami tidak punya BPJS, kalau umum pasti biayanya mahal, sedangkan kami tidak punya biaya. Saat ini anak kami masih dirawat seadanya di Sal Bedah RSUD H. Hanafie Muara Bungo. Saya sangat khawatir nengok kondisi anak saya ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Mashuri Tegur 4 Rio Karena Salah Pakai Kain Adat

Orangtua M. Refan berharap, kepada pemerintah atau para donatur lainnya bersedia membantu untuk biaya pengobatan anaknya itu di RS Padang atau di Jambi.

“Kami ini cuma pekerja serabutan, penghasilan kami cuma pas-pasan untuk biaya hidup sehari-hari saja. Kami mohon kepada pemerintah atau para donatur agar bisa membantu biaya pengobatan anak kami,” harapnya.

Pihak lain, Putra kepada awak media mengatakan, bahwa awalnya M. Refan itu main layang-layang bersama temannya di atas ruko, dan layangan kawannya nyangkut di atas kabel, niatnya mau ngambil layang-layang kawan-nya yang nyangkut di kabel listrik. Dia malah mengambilnya dengan sebatang besi.

Baca Juga :  Peran Perguruan Tinggi Dalam Mewujudkan Kemandirian Desa di Era 4.0

“Niatnya M. Refan itu mau nolong temannya, eh malah dio yang tersengat listrik. Beruntung listrik langsung padam, makanya Refan langsung terlepas,” ujar Putra.

“Orang tuo nyo kerja serabutan, anaknyo 5 orang dan ngontrak di bedeng di Sungai Pinang. Semoga ada bantuan dari Pemerintah atau dari para donatur, supaya M. Refan segera dirujuk ke RS di Padang atau di Jambi. Kalau terlambat ditangani, takutnya akan berakibat fatal,” pungkasnya. (JKM)

Komentar