Kejari, Insfektorat, Kepolisian, Kabit Asset Turun Bersama Kadinkes Tinjau Belanja APD Tangani Covid-19

206

SUARA SAROLANGUN – Sejumlah Instansi turun bersama dalam rangka Pengecekan terhadap belanja Alat Pelindung Diri (APD) wabah pendemi Covid-19, oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, Senin (18/05/2020).

Kadinkes Bambang Hermanto mengatakan, turun bersama tersebut merupakan pemeriksaan APD serta pendampingan bersama terhadap hasil belanja anggaran Covid-19 tahap kedua tahun 2020.

“Tim turun bentuk pendampingan yang kita ajukan sebelumnya terhadap belanja yang kita lakukan, apa yang kita belanjakan ini memang sesuai dengan ketentuannya dan APD tersebut secepatnya akan kita salurkan ke seluruh puskesmas dan RSUD kita,” ucapnya.

Sementara itu, Harta Saputra selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) kepada awak media mengatakan, Anggaran Covid-19 tahap kedua mencapai 2,1 milyar rupiah, sementara belanja yang telah dilakukan lebih kurang mencapai 1,7 milyar, namun masih terdapat beberapa item APD yang belum dibelanjakan.

“Adapun rincian barang yang kita belanjakan diantaranya, Masker 1500 box, masker scuba ada 20.000 lembar, APD lengkap 400 set, Disinfektan ada 500 Liter, Hand Sanitizer ada 400 botol, ratusan alat Rapit tes, pengukur suhu tubuh, dan lain sebagainya, hanya saja perlengkapan jenazah belum kita beli, karna harganya sangat jauh dari perkiraan dan kita masih menunggu petunjuk selanjutnya,” jelasnya.

Terpisah Kejari Sarolangun melalui Kepala Seksi Perdata dan Tun Dasril mengatakan, pihak kejari hanya melakukan pendampingan dalam raelisasi anggaran Covid-19 Pemkab Sarolangun sesuai dengan permintaan yang telah disampaikan oleh pihak Dinas Kesehatan Sarolangun. Agar dana tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Iya, hari ini kita melakukan pengecekan terhadap barang-barang APD Covid-19 yang telah dibelanjakan melalui anggaran Covid-19 Pemkab Sarolangun,” ujarnya.

Sambungnya, dalam pengecekan APD tersebut tidak ditemukan kejanggalan apapun. Meskipun demikian ia tetap meminta kepada pihak terkait untuk kembali melakukan audit terhadap harga barang APD yang telah dibeli tersebut.

“Namun kita tetap meminta kepada pihak Internalnya untuk melakukan audit terkait harga-harga APD, kapan-pun bisa berubah. Hari ini harganya murah, besok bisa saja malah mahal, dan begitu pula sebaliknya,” pungkasnya. (Sar)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini





















>