SUARA BUNGO – Terkait postingan Ares Sandra tokoh milenial salah satu pasangan calon bupati di pilkada 2020 ini yang mengatakan Nahdatul Ulama (NU) jadi barang murahan di pilkada Bungo, akhirnya membuat Ares harus menunduk kaku.
Dihadapan ketua Nahdathul Ulama Bungo H. Ismail Rangkuti tanpak Ares tertunduk sambil memohon maaf kepada segenap warga nahdiyyin yang merasa tersinggung atas cuitannya yang di anggap kurang pantas tersebut.
“Saya Ares Sandra, terkait postingan saya kemarin, saya selaku warga nahdiyyin saya meminta maaf atas keresahan ini, karna ini murni masalah di Pelepat Ilir kemarin, saya berharap warga nahdiyyin jangan terpancing dengan hal ini,” ungkap Ares dalam video permintaan maafnya.
Sedangkan H. Ismail Rangkuti mengungkapkan, dengan adanya permohonan maaf yang sudah dilakukan Ares Sandra ia menganggap masalah ini telah selesai dan menyatakan dengan tegas bahwasannya NU bukanlah partai politik.
“Dengan adanya permohonan maaf dari Ares yang meresahkan seluruh warga nahdiyyin, maka permasalahan ini di anggap telah selesai, kemudian yang kedua, Kalaupun ada warga NU yang berpolitik itu pribadi mereka, NU bukan partai politik, NU sifatnya netral,” pungkas H. Ismail Rangkuti.(tmc)










