Kembali Makan Korban, Kapolres Sebut Sudah 10 Orang Diperiksa Terkait Tewasnya Karyawan PT. KIM

SUARA BUNGO – Kasus kematian orang pekerja dilokasi tambang PT. KIM di Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo masih terus didalami pihak kepolisian.

Hingga saat ini, polisi belum bisa memastikan apa penyebab kematian kedua korban. Apakah ada kelalaian dari pihak perusahaan atau alami musibah.

Terkait perkembangan penyelidikan, Kapolres Bungo, AKBP. Guntur Saputro belum bersedia memberikan keterangan lebih rinci.

Dia hanya menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan bersamaan dengan Inspektur Tambang ESDM Provinsi Jambi.

“Yang sudah diperiksa saat ini baru 10 orang. Pihak perusahaan pasti diperiksa juga, karena lokasi kejadian masih di area perusahaan. Kita masih melakukan penyelidikan. Yang memeriksa kondisi tanah bukan polisi, tapi ahlinya yang akan menjelaskannya,” ujar Guntur.

Sementara itu, Humas PT. KIM, Farid saat dimintai keterangan menyebut sejumlah orang dari bagian tambang sudah diperiksa oleh polisi. Sementara untuk jumlah yang sudah diperiksa dia tidak tahu pasti.

Baca Juga :  Jika Terpilih, CE Serius Garap Potensi Lahan Tidur

Apapun hasil pemeriksaan nanti, pihak perusahaan akan menerimanya. Namun, dirinya menilai bahwa kejadian yang menewaskan dua nyawa karyawannya tersebut merupakan kejadian alam, bukan dari kelalaian pihak perusahaan.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan inspektur tambang untuk melakukan penyelidikan,” tuturnya.

Sebelumnya, tewasnya 2 orang karyawan dilokasi penambangan PT. Kuansing Inti Makmur (KIM), Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo pada Rabu (9/3) terus didalami pihak kepolisian dan Inspektur tambang ESDM Provinsi Jambi.

Keduanya tewas akibat tertimbun longsor saat bekerja. Hal ini, sudah kejadian yang kesekian kalinya di lokasi perusahaan PT. KIM tersebut.

Diketahui, pada tahun 2020 lalu perusahaan tambang PT. KIM juga sempat memakan 2 korban tertimbun longsor, satu di antaranya meninggal dunia. Kejadian naas itu terjadi di kawasan pertambangan PT KIM yang berada di Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jumat silam (16/10/2020).

Baca Juga :  Wagub Jambi Resmikan Sekaligus Peletakan Batu Pertama Bangunan Gedung Ponpes Al Kautsar

Kapolres Bungo, AKBP Guntur Saputro menyebut pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan setelah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita sudah memasangkan police line. Kemudian akan melakukan penyelidikan terkait kegiatan penambangan dilokasi tersebut, dan cari tau penyebab kejadian naas itu,” katanya.

Dugaan sementara, ada kelalaian dari pihak perusahaan yang tidak menerapkan keselamatan kerja dengan baik. Namun, dikatakan Kapolres bahwa saat kejadian memang sering terjadi hujan lebat.

Sehingga pihaknya belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut dan akan melakukan pemeriksaan terhadap semua pihak.

Dijelaskannya, dari data yang diterima olehnya, ada empat orang pekerja PT. KIM yang tertimbun longsoran tambang batu bara. Dua dari empat orang korban meninggal ditempat dan dua korban lainnya mengalami luka.

Baca Juga :  Kapolres Silaturahmi Bersama Warga Masyarakat dan Sholat Jum'at di Masjid Mujahidin Pasar Bedaro

“Total 4 korban, 2 meninggal dunia, 1 luka patah kaki dan 1 luka ringan,” jelasnya.

Kapolres juga menerangkan, satu diantara empat orang yang tertimbun, baru bisa dilakukan evakuasi dihari berikutnya, karena terkendala cuaca hujan yang akan kembali turun.

“Satu orang korban ditemukan dua jam setelah tertimbun dalam keadaan meninggal, dan satu orang baru ditemukan pada hari berikutnya, Kamis (10/9) juga meninggal,” terangnya.

Hingga saat ini, Kapolres Bungo akan melakukan tindakan atas insident ini. Pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi dilapangan dan mengkaji SOP keselamatan para pekerja di area tambang. (*)