Bupati Al Haris Sampaikan Enam Poin Penting Pada Rakor Kades se-Kabupaten Merangin

SUARA BANGKO – Bupati Merangin, H. Al Haris menyampaikan enam poin penting pada rapat koordinasi (Rakor) kepala desa (kades) se-Kabupaten Merangin, di Gedung Serba Guna Desa Rawa Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Rabu (10/3/2021).

Keenam poin penting itu yakni, kasus Covid-19 yang masih menjadi isu trend. Dimana Kabupaten Merangin sudah dua kali memberikan vaksin Covid-19 kepada tenaga medis, yang menjadi garda terdepan pencegahan Covid-19.

“Para Lansia kita juga sudah di vaksin. Minggu depan giliran semua kades akan di vaksin, para guru dan kepala sekolah. Untuk aparatur sipil negara kita vaksin pada Agustus mendatang,” ujar Bupati Merangin, H. Al Haris.

Poin kedua yaitu tentang Karhutla. Pada tahun 2021 ini para kades harus mampu mengendalikan Karhutla di desanya masing-masing. Jangan sampai ada titik api yang terjadi di wilayahnya dan berhenti membuka lahan dengan cara membakar.

Baca Juga :  Mashuri: Alhamdulillah Masyarakat Sudah Paham Cara Buka Lahan Tidak Lagi dengan Membakar

Berikutnya tentang Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Kembali ditegaskan Bupati Al Haris, para kades jangan coba-coba untuk bermain PETI.

“Ingat, saat pelantikan kemarin sudah ada komitmen untuk tidak terlibat PETI dengan menandatangani fakta integritas,” ingat Al Haris.

Bupati meminta kepada kades, harus bisa membubarkan aktivitas PETI di desanya masing-masing. Di tegaskan bupati sekarang aktivias PETI terlihat di Kecamatan Tabir Barat, Muara Siau dan Tiangpumpung.

Poin keempat pasca dilantiknya anggota Dewan Pemusyawarahan Desa (DPD). Bupati mendapat informasi ada oknum DPD yang baru sudah menerima pembantuan dan ngatur kades. Ini tentu menjadi fenomena baru dilapangan.

”DPD yang baru dilantik itu masih banyak yang belum tahu tugas pokok dan fungsinya, untuk itu mereka perlu mengikuti mimbingan teknis, sehingga paham dengan tupoksinya masing-masing,” jelas Bupati.

Baca Juga :  Bupati Al Haris Lantik 90 Orang Pejabat Fungsional

Selanjutnya, poin kelima yang disampaikan Bupati Al Haris, pentingnya mengawasi aktivitas anak pasca proses belajar mengajar sistem yang berani. Gunakan bahasa yang mengikuti pelajaran melalui handphone, anak-anak selalu membuka YouTube.

“YouTube yang dibuka dengan hal yang aneh, dan aneh dapat merusak lingkungan anak. Untuk itu pengawasan orang tua perlu terus dilakukan. Kita jaga betul perang mental anak kita jangan sampai rusak gara-gara android ini,” pinta Bupati.

Sedangkan poin terakhir yang disampaikan Bupati, yaitu tentang merokok berwenang kades. Sudah ada beberapa kades yang kasusnya tengah membantu Polres Merangin.

“Bukannya saya tidak mau membantu kades, tapi kalau prilakunya salah ya salah. Mohon ini jadi perhatian para kades sekalian, ada juga kades yang kena hukum adat, sehingga harus diberhentikan, tidak termasuk yang terbukti,” terang Bupati.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Sekda Minta OPD Ciptakan Inovasi

Pada kesempatan itu, Bupati Al Haris juga mengingatkan keluarga, terkait ada juga kades yang selingkuh, sehingga merusak nama baik di tengah-tengah masyarakat. Bupati juga menerangkan kedepan dana desa akan ditambah sebanyak Rp100 juta per-desa.

“Tolong program-program terbaik yang sudah berjalan di desa, diteruskan. PETI harus dibubarkan, stanting jadi perhatian, pajak PBB dan lainnya yang dibebankan ke desa, penyusunan APBDes yang baik, kesehatan dan lainnya,” pinta Bupati lagi.

Pada rakor kades itu, Bupati sempat meninjau bazaar kerajinan, hasil berbagai olahan karya TP-PKK desa. Keterampilan yang mulai dari bahan makanan, jamu dan hasil kerajinan tangan lainnya. (SBS/Adv)