SUARA TANJABBAR – Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Harapan Ibu Jambi semester 5 (lima) jalur transfer farmasi kelompok 13, sejak bulan November 2020 lalu telah melakukan serangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RT. 17, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Mahasiswi Stikes Harapan Ibu semester 5 jalur transfer farmasi kelompok 13 yang beranggotakan, Ayu Caesaria dan Elvira Desi Mitra dengan Dosen pembimbing Medi Adriani, M. Pharm. Sci, saat KKN mahasiswi tersebut memberdayakan masyarakat salah satunya dibidang kesehatan dengan mendemokan pembuatan Hand Sanitizer.
Ayu Caesaria salah seorang Mahasiswi Stikes Harapan Ibu yang melaksanakan giat KKN mengatakan, sebagai mata kuliah mahasiswi wajib dalam menyelesaikan pendidikan jenjang Sekolah tinggi yakni Kuliah Kerja Nyata.
Pelaksanaan KKN sebut Ayu, dimaksudkan untuk membantu kami (Mahasiswi) dalam meningkatkan kemampuan interaksi bersama masyarakat, menerapkan ilmu dan teknologi yang dipelajari secara langsung dan melihat apakah proses penerapan tersebut sesuai dengan teori, atau kuliah yang diikutinya, serta membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan KKN ini juga dimaksudkan untuk membuat kegiatan yang dapat memberdayakan masyarakat dibidang kesehatan, pendidikan, peningkatan ekonomi masyarakat dan lingkungan hidup,” ungkap Ayu, Jumat (11/12/2020).
Ayu memaparkan, melalui kegiatan KKN dirinya bersama rekannya dengan bimbingan dosen, melakukan demo dan penyuluhan berupa pembuatan infus water untuk meningkatkan daya tahan tubuh, pembuatan hand sanitizer, penanaman toga, pengukuran tensi dan kolesterol, napza, senam sehat, penyuluhan tentang apoteker dan gema cermat.
“Kegiatan ini juga turut mendukung program pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus pada masa pandemi COVID-19 yaitu menggiatkan program 3M: memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir,” sebutnya.
Menurutnya, peran masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19 sejatinya sebagai garda depan. Karena masyarakatlah yang menjadi sasaran dan korban Covid-19.
“Pemberdayaan Masyarakat merupakan pilihan yang tepat untuk menekan kasus ini, karena virus ini ada ditengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat pula yang harus ikut andil untuk mengantisipasi bertambahnya kasus ini,” ungkap Ayu Caesaria.
“Dalam pemberdayaan masyarakat yang dilakukan adalah pembuatan infus water dan hand sanitizer,” imbuhnya.
Dijelaskan oleh Ayu Caesaria, pebuatan Infus Water itu sendiri diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mencegah penularan virus Covid-19.
Kemudian sambung Ayu, dari sisi kesehatan, hand sanitizer sangat diperlukan pada masa pandemi sekarang ini.
“Pembuatan hand sanitizer selain dapat digunakan sendiri dapat juga diperjualbelikan sehingga dapat menambah perekonomian keluarga,” harapnya lagi.
Selain melakukan pemberdayaan masyarakat ditambahkan Ayu, kelompok 13 mahasiswa Stikes Harapan Ibu Jambi Semester 5 Jalur Transfer Farmasi, juga melakukan pemeriksaan tensi dan kolesterol masyarakat serta penyuluhan tentang Apoteker dan NAPZA kepada pelajar SMA di lingkungan RT 17 Kelurahan Sriwijaya Kuala Tungkal, Jambi.
Dikatakan Ayu, kelompok 13 KKN semester 5 Jalur Transfer Farmasi juga menyerahkan beberapa tanaman obat keluarga (TOGA) kepada Ibu RT.17 Kelurahan Sriwijaya Kuala Tungkal Jambi, agar dapat dipergunakan untuk pengobatan herbal.
“Dengan kegiatan KKN ini semoga dapat memberdayakan masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19,” pungkasnya. (Reza)










