Keberangkatan Ratusan Calon Jamaah Haji Sarolangun Terancam Batal

SUARA SAROLANGUN – Disebabkan pandemi Covid-19 ini, pelaksanaan ibadah haji tahun 1441 H / 2020 M, tidak menutup kemungkinan akan ada penundaan atau ratusan para jamaah calon haji batal diberangkatkan.

Juga Kepala Kemenag Sarolangun, Drs. HM. Syatar, mengatakan bahwa keberangkatan ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Sarolangun pada tahun 1441 H / 2020 M secara prosedural sudah melaksanakan tahapan-tahapan.

“Tahapan pelunasan awal sudah selesai dari jumlah 242 orang kuota yang didapatkan, setelah diinventarisir ada yang meninggal dunia, ada yang membatalkan, dan yang sudah lunas itu ada 224 jamaah, dan sekarang untuk pelunasan tahap kedua,” katanya, saat dijumpai diruang kerjanya Kamis (14/05/2020).

Baca Juga :  Wabup Tanjabbar Hadiri Sosialisasi Perizinan Air Tanah Berbasis OSS-RBA

M Syatar juga mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian yang jelas dari pemerintah Arab Saudi apakah keberangkatan para jamaah calon haji tahun ini dapat dilaksanakan atau dilakukan penundaan.

“Kemudian kepastian tahun ini apakah CJH ini berangkat tahun ini atau tidak, secara prosedur untuk pemerintah Indonesia sudah melaksanakan tahapan-tahapan, hanya saja hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah Arab Saudi atau belum ada memastikan bisa atau tidak, dikarenakan pandemi covid-19 yang telah berdampak terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini, karena tentu akan mengumpulkan orang banyak dan rawan penularan virus corona,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Apri Hadiri Milad ke-7 STKIP-MB

Ada beberapa kemungkinan untuk informasi dari pemerintah, ataupun kementrian agama terkait keberangkatan jamaah haji. Jamaah bisa saja diberangkatkan namun memperhatikan protokol kesehatan. Tidak menutup kemungkinan kuota jamaah haji bisa dikurangi bahkan akhirnya terancam ditunda.

Baca Juga :  Terkait Omnibus Law, Pemkot Sungai Penuh Ikuti Rakor Bersama Pemerintah Pusat

“Memang ada beberapa kemungkinan, jika diberangkatkan tapi kuota dikurangi, pemeriksaan kesehatan diperketat, atau kemungkinan terburuk bisa jadi ditunda atau tidak yang antrian tahun depan akan tertunda juga,” pungkasnya. (Sar)