SUARA JAMBI – Topik tentang wabah pandemi Covid-19 terus bergulir sampai saat ini, banyak sekali isu-isu liar yang berkembang di masyarakat terkait pengetahuan mengenai Covid-19. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi IACJtaks yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Insan Cendekia Jambi dengan tema “Pandemi Covid-19 : Antara Mitos, Opini dan Fakta”, Kamis (23/4/2020).
Dalam diskusi yang diadakan secara daring tersebut, hadir sebagai narasumber adalah Dokter Umum Rumah Sakit Pertamedika Baiturrahim, Jambi, dr. Muhammad Albie dan dipandu oleh dr. Mutia Mustika Sari.
Dokter Muhammad Albie menjabarkan cara penularan virus corona melalui dua cara, yaitu penularan melalui droplet dan penularan melalui permukaan benda yang ada virusnya.
“Virus ini menular lewat droplet artinya kayak batuk bersin seseorang dan yang satu lagi lewat permukaan benda-benda yang ada virusnya, virus ini tidak menular melalui udara,” jelas Muhammad Albie.
Permukaan benda-benda dan barang seperti stainless atau besi yang terkena virus corona bisa menular kepada orang yang menyentuhnya.
“Bersin pasien corana yang menempel di besi atau stainless bisa bertahan selama 72 jam atau 3 hari,” ungkap Albie.
Dalam paparannya, dr. Muhammad Albie menekankan perbedaan antara ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pemantauan), karena masih ada masyarakat yang belum mengerti perbedaan keduanya termasuk gejala-gejalanya.
“Orang dalam pemantauan orang yang memiliki gejala demam batuk dan nyeri tenggorokan harus isolasi di rumah selama empat belas hari, dan kemudian ada golongan PDP itu disertai ada sesak nafasnya,” kata dr. Muhammad Albie.
Dokter Muhammad Albie juga menyarankan kepada masyarakat untuk menjaga jarak (social distancing), tidak menyentuh muka, dan harus rajin cuci tangan. (Zal)










