SUARA BUNGO – AS (21) warga Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal, yang tinggalnya di kontrakan di Rt 06/Rw 02, Kelurahan Tanjung Gedang, Kecamatan Pasar Muara Bungo, yang tega mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, dikarenakan faktor ekonomi, sekira pukul 20.00 WIB, Jum’at malam (15/3/2019).
Lukmi (17) istri korban yang merupakan warga Tanah Periuk saat dikonfirmasi mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berkemas-kemas pakaiannya, karena ia mau pindah dari kontrakannya tersebut.
Diakuinya, sudah tiga minggu ia pisah ranjang dengan suaminya AS dikarenakan faktor ekonomi.
“Kami memang sudah pisah ranjang, karena saya tidak tahan lagi tinggal disini, karena kontrakan dan listrik belum dibayar. Saya malu, tapi suami saya juga menuduh saya selingkuh, makanya dia marah-marah,” jelas Lukmi, Jum’at (15/3/2019).
Lanjutnya, awalnya suaminya tersebut hanya pura-pura ingin bunuh diri, tak lama kemudian ternyata dia benar-benar gantung diri.
“Kini saya pasrah,” ujarnya sambil bergelinang air mata.
Sementara itu, keterangan dari pihak RSUD H. Hanafie Muara Bungo, dr. Nurlaila Oktora mengatakan, pada saat pemeriksaan dileher korban masih ditemukan bekas lilitan kabel.
“Saat diperiksa, ditemukan sperma di kamaluan korban AS ini. Untuk lebih jelas nanti tanyakan langsung ke pihak Kepolisian saja,” ujar dr. Nurlaila.
Terpisah, KBO Reskrim Polres Bungo, Iptu Arman Tanjung membenarkan kejadian adanya warga Tanah Sepenggal bunuh diri dikontrakannya di Tanjung Gedang.
“Hasil pemeriksaan pihak rumah sakit tadi, ditemukan sperma di kemaluan korban. AS ini bekerja sebagai buruh bangunan,” jelas Iptu Arman.
Mungkin karena ia tak tahan masalah ekonomi, makanya ia nekat akhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Pengakuan istrinya, kejadian tersebut disebabkan karena masalah ekonomi yang sulit, makanya mereka bertengkar dan berujung gantung diri,” pungkas Iptu Arman Tanjung. (Ari)









