Bupati Cek Endra Pastikan Penyaluran Bantuan Beras Tepat Sasaran

SUARA SAROLANGUN – Dampak ekonomi akibat penyebaran wabah virus corona (Covid 19) kian dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi masyarakat yang tergolong kurang mampu ataupun keluarga miskin.

Sebagai bentuk kepedulian dan salah satu solusi atas permasalahan tersebut, Pemkab Sarolangun saat ini tengah berupaya membantu masyarakat dengan penyaluran bantuan sembako berupa beras kepada masyarakat. Sedikitnya Pemkab Sarolangun telah menyiapkan 300 ton beras untuk disalurkan kepada 15.775 Kepala Keluarga (KK) yang tergolong kurang mampu ataupun miskin.

Baca Juga :  Pemkab Sarolangun Kembali Raih Opini WTP Untuk Ketiga Kalinya

Tak hanya itu, bantuan beras tersebut bisa dipastikan akan tepat sasaran, hal itu dikarenakan data penerima bantuan tersebut merupakan masyarakat-masyarakat yang biasanya mendapatkan penyaluran zakat dari Baznas Kabupaten Sarolangun. Hal itu disampaikan lansung oleh Bupati Sarolangun, Drs. H. Cek Endra saat menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat di Enam Desa di Kecamatan Pauh wilayah timur, Selasa (14/03/2020).

Baca Juga :  Bupati Cek Endra Serahkan 169 SK ASN Kabupaten Srolangun

“Data masyarakat yang hari ini mendapatkan bantuan itu merupakan data dari Baznas, jadi data ini merupakan masyarakat yang biasanya mendapatkan zakat, ini merupakan data riil, dan insya allah masyarakat miskin, kami pastikan akan mendapat bantuan ini,” katanya.

Selain itu Bupati CE (Sapaan Akrab Bupati Sarolangun Drs. H Cek Endra) juga mengatakan, jika tidak ada halangan proses penyaluran bantuan beras tahap pertama tersebut akan segera rampung dalam minggu ini.

Baca Juga :  Bupati CE Kembali Terima Penghargaan Nasional dari Kementerian Pariwisata RI

“Mudah-mudahan penyaluran bantuan beras sebanyak 300 ton untuk 15.775 KK kurang mampu dalam Kabupaten Sarolangun akan selesai dalam minggu ini,” katanya lagi.

“Semoga bantuan beras ini bermanfaat dan bisa meringankan kebutuhan ekonomi masyarakat, apalagi ditengah menurunnya harga jual komoditi karet dan sawit,” pungkasnya. (Sar)