Desa Rantau Bayur Merangin Belum Ada Akses Jalan Roda Empat

SUARA BANGKO – Sepertinya slogan Emas dilanjutkan dengan Merangin Mantap masih jauh dari harapan masyarakat Merangin, terutama dibidang peningkatan Infrastruktur jalan sebagai akses transportasi masyarakat pedesaan di pinggiran kabupaten Merangin saat ini.

Salah satunya yaitu, akses jalan menuju Desa Rantau Bayur, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin sampai saat ini belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Selain untuk transportasi untuk membawa hasil pertanian ke pusat kota Bangko, begitu juga untuk akses sembilan bahan pokok (Sembako) dari kota Bangko ke Desa Rantau Bayur, namun tak kalah pentingnya adalah saat-saat genting warga yang membutuhkan pertolongan cepat atau emergency.

Baca Juga :  SMPN 1 Muara Bungo Juara Futsal Diniyyah

Seperti peristiwa hari ini, Jumat (15/11) salah seorang warga Rantau Bayur yang akan melahirkan dan sangat urgen, mau dibawa kerumah sakit terpaksa di tandu oleh warga, namun sesamapainya di rumah sakit, ibu muda yang melahirkan bayi kembar tersebut menghembuskan napas terakhirnya di ruang ICU RS Abunjani Bangko.

Sulitnya akses jalan menuju Pasar Muara Siau dan selanjutnya ke Bangko inilah diduga jadi penyebab ibu hamil dan melahirkan anak kembar warga Desa Rantau Bayur meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RS Abunjani Bangko, Jumat (15/11/2019).

Baca Juga :  Dinas PUPR Provinsi Jambi Resmikan Ruang Menyusui Bayi

Bagai mana tidak, Ibu hamil yang diketahui bernama Martini warga Desa Rantau Bayur, Kecamatan Muara Siau ini terpaksa ditandu untuk keluar menuju Desa Teluk Sikumbang.

Diduga terlambat untuk ditangani oleh pihak medis, gara-gara terlalu lama di jalan, karena jalannya tidak bisa dilewati mobil.

Sekilas jalan Desa Rantau Bayur menuju Desa Teluk Sikumbang dari informasi yang didapat dari warga setempat mengatakan, bahwa jalan menuju ke Dusun mereka belum bisa dilalui kendaraan roda empat, hanya bisa berjalan kaki dan bisa menghabiskan waktu sekira satu jam perjalanan menuju desa tetangga.

Baca Juga :  Kodim Tanjabbar Gelar Komsos Tentang Cegah Tangkal Radikalisme

Kepala Desa Rantau Bayur, Anto membenarkan bahwa ada ibu hamil warganya yang meninggal dunia setelah melahirkan bayi kembar.

“Iya, Martini meninggal dunia sekira pukul 11.00 Wib di ruang ICU,” ujar Anto.

Lanjut Kades, Anto menerangkan, bahwa Martini di berangkatkan dari Desa-nya sekira pukul 04.00 Wib keberangkatannya menggunakan tandu menuju desa tetangga yang sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Tiga jam perjalanan dari desa kami menuju rumah sakit, diduga Martini meninggal karena terlambat di tangani oleh pihak medis, sedangkan anaknya selamat semua,” tutup Kades Rantau Bayur. (ory)