THR : Antara Prestasi, Syukur dan Kenyataan

187

SUARA ARTIKEL – Bulan Ramadhan bulan berkah, bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim seluruh dunia, karena bulan ramadhan bulan yang penuh berkah, maghfiroh dan ampunan. Bulan ramadhan menjadi bulan yang paling istimewa dibandingkan bulan lain. Bulan ini menguji keimanan, menguji kesabaran barang siapa yang dapat melewati bulan ini dengan baik dengan menjalankan seluruh perintah dan meninggalkan larangannya bagaikan seorang bayi yang baru dilahirkan saat tiba hari raya idul fitri.

Ramadhan 1441 H, kali ini menjadi bulan ujian bagi kita semua, baik dalam menghadapi wabah Covid-19 yang melanda seantero dunia tanpa kecuali Indonesia. Dengan pandemi Covid-19 banyak tantangan yang dihadapi oleh dunia dan juga bangsa Indonesia, perubahan-perubahan yang yang mendesak harus dilakukan mau tidak mau haru mau.

Perubahan yang terjadi antara lain perubahan budaya masyarakat, perilaku baik dalam dunia usaha, pendidikan dan dalam beriteraksi sosial. Banyak perubahan yang harus dilakukan, perubahan yang tidak kalah pentingnya dan sangat mendasar adalah perubahan anggaran keuangan baik keuangan negara maupun di kalangan swasta. Semua ini dilakukan demi keberlanjutan roda aktivitas organisasi walaupun rasanya jalan tertatih tatih maka harus tetap berjalan, kehidupan tidak boleh berhenti karena hidup adalah sebuah pilihan.

Didunia ini tidak ada yang abadi, dunia selalu dinamis, dunia selalu berubah dari waktu ke waktu. Perubahan yang tidak pernah berubah adalah :perubahan itu sendiri. Siapkah kita berubah, mampukah kita berubah, jawabanya jika kita tanyakan tidak ada yang pernah siap tetapi jika karena keadaan maka siapapun orangnya akan mampu untuk menjalani proses ini. Kalau yang memaksa adalah keadaan maka tidak ada yang mampu mengelak, tidak bisa menghindar seperti pandemi Covid-19 saat ini.

Dengan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan 1441 H yang sudah di penghujung, sebentar lagi lebaran tiba atau Hari Raya sudah di ambang pintu. Menjelang hari raya (lebaran) kita semua termasuk saya, karena bekerja ada sesuatu yang ditunggu–tunggu kehadiranya, kita akan menyambut dengan gembira, dengan suka cita dan harap harap cemas, kira-kira mereka hadir gak ya, ada gak ya siapa yang kita tunggu untuk menemani hari raya nanti pastinya adalah THR (tunjangan hari raya) tentu selain itu adalah keluarga.

Mendengar 3 (huruf) itu plong rasanya jika ada angin segar, yang berarti kebutuhan yang diperlukan bakal akan terwujud. Sesuatu yang diangan-angankan akan tercapai terutama beli baju lebaran dan persiapan lainnya. THR merupakan hak bagi semua karyawan atau pegawai, tetapi di suasana Covid-19 ini rupanya tidak semuanya berlaku. Ada pengecualian bagi mereka yang secara prstasinya tinggi, seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah bahwa ada 12 (dua belas) kelompok yang tidak mendapatkan THR.

“Seluruh pejabat negara dan eselon I dan II (ASN Golongan IV) sedangkan ASN golongan I, II dan III tetap mendapatkan THR dan harus bersyukur karena pemerintah tetap menganggarkan THR meskipun lebih kecil dari tahun sebelumnya dari 35 Triliun menjadi 29 Triliun,” ungkap Sri Mulyani Menteri Keuangan Republik Indoonesia.

Prestasi yang gemilang dilihat dari golonganya, namun untuk tahun ini menjadi pahlawan dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Berbahagia untuk ASN golongan III ke bawah pemerintah telah menganggarkan tinggal menunggu waktu cairnya, setiap daerah barangkali berbeda-beda waktu pencairannya. Kalau tinggal menunggu hari H kita harus bersabar karena semua ada proses dan prosedur yang harus dilalui agar tidak menyalahi aturan yang ditetapkan. Bagi karyawan atau pegawai swasta, nah ini yang membuat sedih ada atau tidak ada belum dapat dipastikan tergantung kebijakan pimpinan dan sumber dana yang dimiliki, meskipun pemerintah telah mewajibkan bagi perusahaan untuk membayarkan THR kepada karyawannya. Tahun ini kita semua merasakan bahwa THR antara prestasi rasa syukur, dan kenyataan, mudah mudahan kenyataan yang ada sesuai harapan kita bersama. Semoga.

Penulis : Tarjo, S. Sos., M.AB
Dosen STIA Setih Setio Muara Bungo

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini





















>