DPRD Bungo Minta Kasat Pol PP Harus Bertindak Tegas Terkait Dugaan Rumdis Bupati Dijadikan Tempat Berzina

SUARA BUNGO – Oknum honorer Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Bungo berinisial HP (31) terduga pelaku Pencabulan (Perzinaan) terhadap rekan kerjanya RAS (20) di rumah dinas Bupati Bungo yang dilaporkan oleh korban ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bungo pada tanggal 24 Maret 2023 yang lalu membuat masyarakat Kabupaten Bungo meradang.

Terkait dugaan perzinaan di rumah dinas bupati tersebut, Pimpinan DPRD Kabupaten Bungo, Martunis sangat menyayangkan jika hal tersebut benar terjadi dirumah dinas bupati bungo.

“Intinya, pemerintah harus mengambil sikap tegas, karena TKP nya di rumah dinas bupati. Kasat Pol PP harus bertanggung jawab. Jika terbukti, harus diberikan sangsi tegas,” ucap Martunis saat dijumpai diruang kerjanya, Senin (15/5/2023).

Baca Juga :  Fraksi PKS DPRD Bungo Tolak Berdirinya Pegasus di Kabupaten Bungo, Dharmawan: MUI dan LAM Harus Bertindak

Lanjut Martunis, pihaknya juga mendorong agar dugaan kasus yang menciderai nama baik Kabupaten Bungo ini juga dapat diselesaikan dengan lembaga adat dan pihak kepolisian.

“Kami selaku pengawasan Pemerintah, jika terbukti, harus diproses oleh penegak hukum. Kalau sangsi adatnya, biarkan lembaga adat yang memberikan sangsi, jangan sampai menciderai marwah rumah dinas bupati dan marwah Kabupaten Bungo,” harap Martunis.

Terpisah, Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bungo, Khaidir Yusuf saat dikonfirmasi menegaskan, bahwa untuk kedua anggotanya tersebut saat ini sudah di non aktifkan sementara.

“HP dan RAS saat ini sudah kita non aktifkan sementara, sampai kasus ini selesai,” tegasnya.

Baca Juga :  Kenaikan PDAM 100 Persen, Pansus DPRD Kota Jambi : Itu Tindak Pidana

Dalam laporan polisi, dengan nomor : STTP / 104 /IV /2023 / RES 2.5 / SPKT / Res Bungo, bahwa peristiwa yang menghebohkan dan menciderai marwah Kabupaten Bungo ini terjadi saat pelapor dan pelaku pulang dari angkringan. Saat diperjalanan, hujan turun dan terduga pelaku mengajak pelapor untuk berteduh di rumah dinas bupati karena pelaku berdinas sebagai salah satu sopir Patwal Bupati Bungo.

Saat berteduh, terduga pelaku mulai melancarkan aksinya di salah satu ruangan di rumah dinas bupati sekira pada pukul 24:00 Wib, pada 3 Maret 2023 lalu.

Pelapor sempat menepis tangan terduga pelaku yang mencoba melakukan pencabulan, karena pelapor tidak kuat menahan kekuatan terduga pelaku maka terjadilah pelecehan dan pencabulan tersebut. Tidak hanya 1 kali, pelapor juga kembali dilecehkan pada 24 Maret 2023 lalu. Tidak terima dengan tindakan tersebut, pelapor langsung melaporkan kejadian tersebut ke unit PPA Satreskrim Polres Bungo, Senin (10/4/2023) lalu.

Baca Juga :  Manajemen Pegasus Diwarning, Khaidir Yusuf : Jangan Coba-Coba Buka Segel

Orang tua pelapor juga mengakui, bahwa anak perempuannya yang berdinas di Satpol PP Bungo telah dilecehkan dan dicabuli oleh rekan kerjanya yang merupakan pria beristri dan sudah punya anak.

“Iya benar, anak kami sudah dicabul oleh pria beristri, makanya kami melaporkan kasus ini ke pihak polisi agar ditindak tegas,” kata bapak pelapor sambil menunjukkan bukti laporan tersebut. (Oni)

Komentar