oleh

Kadis PMD Minta ABPDUS Tanah Periuk Benar-Benar Dibahas dan Jangan Kucing-Kucingan Lagi

SUARA BUNGO – Kisruh antara Rio dengan Ketua beserta anggota BPD Tanah Periuk akhirnya selesai melalui sidang adat, Sabtu malam (24/4/2021).

Namun, hingga kini ceritanya masih simpang siur. Awalnya ketua dan anggota BPD menduga Rio Tanah Periuk yang memalsukan tanda tangan semua anggota BPD terkait pembahasan APBDUS 2021.

Namun, anehnya saat disidang adat, Rio malah mengelak, bahkan dia mengatakan bukanlah dirinya yang memalsukan tanda tangan tersebut, melainkan bawahannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Keluarga Rio, M. Nur kepada media suarabutesarko.com. Dia menyebutkan bahwa pemalsuan tanda tangan BPD bukan dilakukan oleh Rio, namun dilakukan oleh perangkat Dusun.

Namun dalam berita acara tertulis, permintaan maaf dilakukan oleh Rio kepada seluruh Anggota BPD.

“Kasus yang terjadi sebenarnyo perangkat dusun yang punyo ulah (yang memalsukan tanda tangan BPD) tanda tangan Rio itu pun dipalsukan jugo oleh perangkat, namun dalam berita acara islah atas kekhilafan perangkat dusun Rio yang minta maaf,” tulisnya via pesan WhatsApp.

M. Nur juga mengatakan, akibat dari ulah nakal Sekdus dan Kasi tersebut membuat nama baik Rio Tanah Periuk tercoreng ditengah masyarakat.

“Kami pihak keluarga Rio ingin mengharumkan kembali namonyo,” tambah M. Nur.

Terpisah, Rio Dusun Tanah Periuk, Hasan A. Roni saat dikonfirmasi via telphone menyebutkan, akibat dari pemalsuan tanda tangan tersebut bawahannya itu sudah disanksi adat oleh Lembaga Adat Dusun (LAD) yakni nasi putih kuah kuning.

Sanksi tersebut sudah dilakukan pembayaran di Rumah Ketua LAD yang disaksikan oleh Sekcam Tanah Sepenggal Lintas, LPM dan Tuo Negeri.

“Anggota yang melakukan pemalsuan sudah disanksi adat nasi putih kuah kuning. jugo kito membayar kerugian yang dialami,” tutur Hasan A. Roni.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa kasus tersebut sudah ada pertemuan kedua belah pihak yang difasilitasi Camat dan LAD.

Ia meminta pembahasan APBDus Tanah Periuk tahun 2021 dilakukan ulang dan dibahas secara terbuka bersama unsur terkait.

“Kami minta APBDus Tanah Periuk tahun 2021 dibahas ulang. Hal seperti ini jangan sampai terulang lagi. APDDus harus benar-benar dibahas, jangan sampai kucing-kucingan lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Salah satu masyarakat Tanah Periuk, berinisial RMB kepada suarabutesarko.com mengatakan, bahwa dia menduga kasus pemalsuan tanda tangan semua anggota BPD Tanah Periuk itu adalah biang keroknya melainkan Rio itu sendiri.

“Tidak mungkin Sekdes dan Kasi berani malsukan tando tangan ketua dan anggota BPD. Meskipun itu mereka yang malsukan, saya pastikan itu atas suruhan Rio. Karena kami tau, gimana sipat Rio kami ini sangat licin,” pungkasnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru