oleh

Diduga BPN Bangko Jadi Sarang Pungli

SUARA BANGKO – Kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) ditubuh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Merangin, bukan kabar baru dan ‘menyeruak’ ke permukaan publik.

Sebelumnya, ada banyak kasus dugaan Pungli yang terlontar ke permukaan, yang muaranya ada di kantor BPN Merangin.

Salah satunya yang kerap menjadi potret laporan, tak lain kasus tudingan pungli terhadap pembuatan sertifikat prona, yang menjadi program tahunan BPN di Kabupaten Merangin.

Dan yang terbaru, tudingan Pungli yang nyaris terjadi pada salah seoarang pewarta media online di Merangin, yang belakangan diketahui bernama Hendra.

Seperti pemberitaan sebelumnya, dengan kronologis ringkasnya Hendra hendak di Pungli oleh salah satu petugas BPN Merangin yang diketahui bernama Tholib. Diakui Hendra jika ia dimintai mahar Rp 500 Ribu oleh oknum BPN tersebut, jika ingin sertifikat atas pemecahan sertifikat tanahnya ingin ditanda tangani kepala BPN Merangin Anggasana Siboru.

Benarkan persolalan tersebut, atas perintah orang nomor satu ditubuh kantor BPN Merangin ? Miris, pertanyaan sederhana tersebut, hingga saat ini, masih belum diklarifikasi oleh Anggasana Siboru sebagai pucuk pimpinan BPN Merangin.

Menarik untuk disimak, berbagai cara sudah dilakukan media ini, guna mengklarifikasi persoalan ini, namun orang nomor satu dui BPN Merangin tersebut, nampak lebih memilih bungkam, dibanding mengklarifikasi atau mencari kebenaran atas kasus yang menjerat  bawahnya itu.

“Saya minta persoalan ini, bisa cepat diklarifikasi kepala BPN, karena sebagai insan pers dan masyarakat biasa pada umumnya, tentu persoalan ini akan kami terus pertanyakan, karena menyangkut hajat masyarakat Merangin yang akan berurusan dengan pihak BPN. Jika memang kasus ini benar, bukan atas perintah kepala BPN, tolong diklarifikasi lah,” Pinta Hendra saat dibincangi baru-baru ini.

Sementara itu, Doni Sobri salah satu wartawan senior Merangin yang juga merupakan Sekretaris PWI Merangin cukup menyayangkan kasus yang hampir menjerat salah satu insan pers di Merangin ini.

Disaat semua instansi atau ada banyak lembaga lain di Merangin, terus berpacu memerangi pungli, masih ya, lembaga BPN masih terus berkutak dengan aktivitas Pungli.

“Yang jelas terkait persoalan ini, kami berharap pihak BPN atau pucuk pimpinan BPN segera mengklarifikasi persoalan ini. Jika kasus itu bukan atas perintah kepala BPN, kami minta pihak BPN segera memberikan sanksi atas apa yang dilakukan bawahannya itu. Itu harapan kami,” tukasnya. (mjb)

Komentar

Berita Terbaru