Biaya Perbaikan Lunas, Mobil Lukman Tak Diperbaiki Oleh Bengkel Tunas Agung Bangko

657

SUARA KERINCI – Sudah jatuh tertimpa tangga, inilah nasib Lukman warga asal Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, yang menetap di Jakarta.

Betapa tidak, baru saja alami kecelakan tunggal saat pulang ke Kerinci dari Jakarta 2 hari sebelum lebaran idul Fitri lalu, malah ditipu oleh pihak bengkel Tunas Agung Bangko, Provinsi Jambi.

Informasi yang didapatkan, Lukman yang sedang dalam perjalanan pulang kampung dari Jakarta ke Kerinci menggunakan mobil mini bus jenis Ayla nomor polisi B 1173 WZG mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Pemenang Kabupaten Merangin Bangko (03/06/2019) yakni dua hari sebelum lebaran.

“Mobil saya terguling di daerah pemenang bangko,” ungkap Lukman.

Lukman dan istri beserta anaknya selamat dari kecelakaan maut tersebut.

“Saya, istri dan anak selamat dari kecelakaan tersebut, meskipun ada lecet-lecet dan luka, tapi tidak parah,” ungkapnya.

Setelah lebaran, Lukman mencari bengkel untuk perbaiki mobil, setelah berusahan mencari bengkel, akhirnya ia mendapatkan Bengkel Tunas Agung yang beralamat di Dusun Bangko, Kabupaten Merangin.
Tanpa rasa curiga, Lukman meninggalkan mobilnya di bengkel Tunas Agung untuk diperbaiki.

“Saya tinggalkan mobil saya untuk diperbaiki di bengkel tersebut, pemiliknya Hengky, dan ada pekerjanya bernama Abdul Muthalib,” ungkapnya.

Setalah dihitung pihak bengkel, biaya perbaikan mobil tersebut sebesar Rp19.000.000.
Lalu, Lukman pulang ke Jakarta lantaran kerja yang tidak bisa ditinggal lama.

Komunikasi dilanjutkan melalui telpon dan WhatsApp.
Tidak lama kemudian, Abdul Muthalib pekerja bengkel Tunas Agung meminta dikirimkan biaya untuk membeli alat mobil, tanpa rasa curiga Lukman layani dan mengirim dana kebutuhan yang diminta pihak bengkel. Hingga pembayaran pun lunas dengan total Rp19.000.000.

“Saya kirim terus kebutuhan perbaikan mobil saya, hingga lunas, tapi malah tidak dikerjakan perbaikannya,” ungkapnya.

Pihak bengkel berjanji tanggal 20 Agustus 2019 mobil sudah siap dan bisa diambil.

“Ternyata sebelum tanggal 20 Agustus 2019 nomor telpon Abdul Muthalib tidak aktif lagi,” ungkapnya.

Lukman mulai curiga, ia menelpon Hengky pemilik bengkel, namun anehnya Hengky malah mengaku Abdul Muthalib sudah kabur.

“Saya panik dan saya telpon Hengky pemilik bengkel, tapi ia tidak tahu masalah dana tersebut, malah bilang Abdul Muthalib sudah kabur,” ungkapnya.

Mengalami kejadian tersebut, Lukman meminta dua orang keluarnganya untuk melihat dan mengambil mobil tersebut di bengkel, karena pihak bengkel tidak mau bertanggung jawab untuk menyelesaikan perbaikan kerusakan mobilnya.

“Beberapa waktu lalu, saya minta keluarga saya untuk mengambil mobil tersebut, dan saat ini sudah ada di rumah keluarga saya,” ungkapnya.

Lukman berharap kepada Abdul Muthalib dan Pemilik Bengkel Tunas Agung bisa bertanggung jawab, ia memberi waktu kepada Abdul Muthalib dan Pemilik Bengkel Tunas Agung untuk mengembalikan dananya dan diselesaikan secara kekeluargaan, jika tidak Lukman akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Saya berharap Abdul Muthalib dan pihak bengkel Tunas Agung bertanggung jawab, selesaikan secara kekeluargaan, jika tidak saya akan laporkan ke penegak hukum,” pungkasnya. (ndy)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini